Penyedia solusi keamanan siber global Fortinet baru-baru ini merilis hasil survei yang mengungkapkan bahwa Insiden ransomware meningkat dua kali lipat di seluruh Indonesia.
Tekno

Menahan Guncangan Serangan Ransomware di Indonesia

  • Serangan ransomware pada Pusat Data Nasional menyebabkan kerugian yang besar, tak hanya bagi pemerintah tetapi juga pelayanan publik. Serangan siber menjad
Tekno
Admin

Admin

Author

Serangan ransomware pada Pusat Data Nasional menyebabkan kerugian yang besar, tak hanya bagi pemerintah tetapi juga pelayanan publik. Serangan siber menjadi ancaman yang semakin serius, terutama serangan ransomware yang mengenkripsi data korban dan meminta tebusan untuk dekripsi. 

Dalam setahun terakhir, Indonesia telah mengalami peningkatan serangan ransomware sebesar 20%, menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Serangan ini tidak hanya menargetkan sektor pribadi tetapi juga sektor publik, termasuk situs-situs pemerintah yang menjadi kritis dalam penyelenggaraan layanan publik. Beberapa serangan bahkan berhasil mengenkripsi data vital dan meminta tebusan dalam bentuk cryptocurrency yang sulit untuk dilacak.

Serangan terhadap situs pemerintah tidak hanya menghambat operasional tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan data pribadi warga. Misalnya, pada awal tahun ini, sebuah daerah di Jawa mengalami serangan yang menyebabkan kerusakan pada sistem manajemen data kependudukan. Serangan tersebut tidak hanya memperlambat proses administratif tetapi juga menimbulkan risiko kebocoran data pribadi.

Penyebab utama meningkatnya serangan ransomware adalah kombinasi dari peningkatan aktivitas online dan kurangnya kesadaran serta infrastruktur keamanan yang memadai. Selain itu, banyak instansi pemerintah yang belum mengadopsi praktik keamanan terbaik, seperti penggunaan enkripsi yang kuat dan autentikasi dua faktor, membuat mereka target yang menarik bagi para pelaku kejahatan siber.

Kaspersky, perusahaan keamanan global, menyarankan beberapa hal agar dapat terhindar dari serangan semacam ini.

1. Lindungi Layanan Desktop/Manajemen Jarak Jauh: Hindari mengekspos layanan seperti RDP atau MSSQL ke jaringan publik kecuali benar-benar diperlukan. Gunakan kata sandi yang kuat, otentikasi dua faktor, dan aturan firewall yang ketat.

2. Perbarui Perangkat Lunak Secara Rutin: Selalu perbarui perangkat lunak di semua perangkat yang Anda gunakan untuk mencegah ransomware mengeksploitasi kerentanan yang ada.

3. Fokuskan pada Deteksi Pergerakan Lateral dan Penyelundupan Data: Strategi pertahanan Anda harus fokus pada deteksi pergerakan lateral dan penyelundupan data ke internet. Gunakan deteksi jaringan dan solusi respons seperti Kaspersky Anti Targeted Attack Platform (KATA).

4. Backup Data Secara Berkala: Cadangkan data Anda secara berkala dengan fokus pada strategi pencadangan offline. Pastikan Anda dapat mengakses backup dengan cepat dalam keadaan darurat.

5. Audit Rantai Pasokan dan Akses Layanan Terkelola: Lakukan penilaian dan audit secara rutin pada rantai pasokan dan akses layanan terkelola ke lingkungan Anda. Layanan penilaian kompromi dari Kaspersky bisa menjadi pilihan.

6. Rencana Tindakan untuk Pengendalian Reputasi: Siapkan rencana tindakan untuk menghadapi risiko reputasi jika terjadi pencurian data.

7. Gunakan Solusi Deteksi dan Respons Lanjutan: Pertimbangkan solusi seperti Kaspersky Next Extended Detection and Response dan layanan Kaspersky Managed Detection and Response yang membantu mengidentifikasi dan menghentikan serangan pada tahap awal.

8. Siapkan Pusat Operasi Keamanan (SOC): Gunakan alat SIEM yang menyediakan analisis peristiwa keamanan secara real-time dari berbagai sumber data.

9. Manfaatkan Threat Intelligence: Gunakan informasi Threat Intelligence terbaru dari Kaspersky untuk terus mengetahui TTP (Tactics, Techniques, and Procedures) aktual yang digunakan oleh pelaku ancaman.

10. Edukasi Karyawan: Berikan pendidikan keamanan kepada karyawan Anda melalui kursus pelatihan khusus, seperti yang disediakan di Kaspersky Automated Security Awareness Platform.

Serangan ransomware terus menjadi ancaman serius di Indonesia, mempengaruhi baik sektor pemerintah maupun swasta. Dengan meningkatnya kegiatan digital, penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengadopsi strategi keamanan yang lebih baik untuk melindungi data dan infrastruktur penting. Melalui upaya bersama dan terkoordinasi, kita dapat mengurangi dampak dari serangan ransomware di masa depan.