Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) milik Perumda Tirta Manuntung Balikpapan.
Balikpapan

Mengapa Balikpapan Susah Air? Ini Penyebabnya!

  • PTMB Ungkap Upaya Perbaikan
Balikpapan
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM – Persoalan air bersih terus menghantui Kota Balikpapan. Perusahaan Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mengakui masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. 

Penyebabnya, keterbatasan sumber air baku di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk.

Penjelasan tersebut disampaikan Tenaga Ahli Humas PTMB, Adelina, melalui diskusi terbuka di sosial media, Threads. Ia mengajak masyarakat berdialog terkait berbagai persoalan layanan air bersih sekaligus menjelaskan sejumlah langkah yang tengah dilakukan perusahaan untuk meningkatkan pelayanan.

Menurut Adelina, Balikpapan saat ini hanya mengandalkan dua sumber air baku utama, yakni Waduk Manggar dan Waduk Teritip.

BACA JUGA:

Mengapa Balikpapan Tak Lakukan Penyulingan Air Laut? Begini Kata PTMB - ibukotakini.com

"Kapasitas air bersih saat ini sekitar 1.450 liter per detik. Dengan perhitungan satu liter per detik dapat melayani sekitar 80 sambungan rumah (SR), maka kapasitas yang tersedia hanya mampu melayani sekitar 123 ribu SR," jelas Adelina dikutip Kamis, 16 Juli 2026.

Sementara itu, jumlah penduduk Balikpapan terus meningkat dan kini mendekati 1 juta jiwa. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan air bersih tumbuh lebih cepat dibandingkan kapasitas produksi yang tersedia.

PTMB Lakukan Berbagai Upaya Tingkatkan Pelayanan

Untuk mengatasi persoalan tersebut, PTMB mengaku telah menjalankan berbagai program peningkatan layanan, mulai dari sisi produksi hingga distribusi air.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

  • Reaktivasi sumur dalam sebagai tambahan sumber air baku.
  • Pengajuan penambahan Surat Izin Pengambilan Air (SIPA) kepada Balai Wilayah Sungai (BWS).
  • Penggantian jaringan pipa tua secara bertahap.
  • Pemasangan District Metered Area (DMA) untuk membagi jaringan distribusi menjadi beberapa zona guna memudahkan deteksi kebocoran dan pengendalian tekanan air.
  • Penambahan pompa booster di kawasan dengan elevasi tinggi agar distribusi air dapat menjangkau permukiman warga.

Adelina mengatakan pekerjaan tersebut membutuhkan waktu karena dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi jaringan yang tersebar di seluruh kota.

"Petugas bekerja 24 jam menyusuri seluruh Balikpapan. Ada yang mencari titik kebocoran, ada yang melakukan pengaturan distribusi agar pelayanan bisa lebih merata," ujarnya.

Layanan Tangki Air Bersubsidi

Selain perbaikan jaringan, PTMB juga menyediakan layanan distribusi air menggunakan mobil tangki bagi pelanggan yang terdampak gangguan pelayanan.

Setiap mobil tangki memiliki kapasitas 5.000 liter. PTMB memberikan subsidi sebesar Rp250 ribu sehingga pelanggan hanya dikenakan biaya Rp50 ribu untuk setiap pengiriman.

Namun, Adelina mengakui jumlah armada tangki masih terbatas sehingga masyarakat harus menunggu antrean distribusi.

BACA JUGA:

Balikpapan Incar Sumber Air Baru demi Tutup Defisit Pasokan - ibukotakini.com

Diskusi tersebut mendapat respons luas dari masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan gangguan distribusi air yang telah berlangsung bertahun-tahun, khususnya di wilayah Balikpapan Barat.

Salah seorang pengguna media sosial mengaku sekitar 60 persen warga di kawasan Kampung Baru masih sering mengalami mati air, bahkan telah berlangsung selama bertahun-tahun meski berbagai laporan telah disampaikan.

“Apakah mbanya tau untuk daerah Balikpapan Barat khususnya Kampung Baru, sekitar 60% warganya mati air sudah bertahun tahun. Bahkan dalam Ssatu daerah terdapat 3/2 RT bisa 1 RT warganya tidak mati air, namun di RT sebelahnya mati air yang sudah bertahun tahun, bahkan mungkin ada yang puluhan tahun.”

“Kalau ditanya apakah sudah diurus dan dilaporkan? Sudah. Sering dilaporkan oleh RT bahkan sampai RTnya mati dan RT baru lagi,”  tulis pemilik @elikamutiara.

Keluhan lain datang dari warga yang menilai pelayanan PTMB belum menunjukkan perbaikan signifikan meski pengaduan telah berulang kali dilakukan melalui berbagai saluran.

BACA JUGA:

PTMB Temukan Kebocoran Pipa, Pasokan Air BDS Ditarget Normal Dua Hari Lagi - ibukotakini.com

Tak sedikit pula yang mempertanyakan mengapa pekerjaan perbaikan baru dilakukan ketika masyarakat sudah mengalami krisis air bersih.

PTMB: Perbaikan Sudah Berjalan

Menanggapi kritik tersebut, Adelina menjelaskan berbagai program peningkatan infrastruktur sebenarnya telah dimulai sejak manajemen baru memimpin PTMB.

Ia menyebut penggantian pipa, penambahan kapasitas pengambilan air melalui SIPA, reaktivasi sumur dalam, hingga penerapan teknologi mitigasi kebocoran telah berjalan dan terus dikembangkan.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya membangun instalasi dan jaringan distribusi, tetapi juga memastikan tersedianya sumber air baku baru.

Adelina juga menanggapi pertanyaan masyarakat mengenai lonjakan jumlah penduduk sejak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia mengatakan proyeksi kebutuhan air sebenarnya telah disusun sejak lama.

BACA JUGA:

PTMB Balikpapan Target Tambah 12.000 Sambungan Air - ibukotakini.com

Namun, pengembangan sistem penyediaan air minum memerlukan proses panjang karena bergantung pada ketersediaan sumber air baku, perizinan, pendanaan, hingga pembangunan infrastruktur yang membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Di sisi lain, beberapa warga menilai pengelolaan pertumbuhan penduduk juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan penyediaan air bersih di Balikpapan.

 Menurut mereka, keterbatasan lahan dan sumber air baku harus menjadi pertimbangan dalam perencanaan pembangunan kota agar kapasitas pelayanan air tetap seimbang dengan pertumbuhan jumlah penduduk.***.