
Mengenal Bison, Sapi Kurban Pilihan Presiden Prabowo
- Bobotnya 1 ton lebih
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Berbadan besar nan kekar, dengan panjang tubuh menembus dua meter lebih dan tinggi mencapai 160 centimeter.
Seperti itulah penampakan fisik Bison, sapi jumbo jenis Simental Charolais asal RT 13, Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur.
Sapi monster berusia empat tahun ini resmi terpilih menjadi hewan kurban bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk masyarakat Kota Balikpapan pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah mendatang.
Sambil merawat sang sapi jagoan di kandang MWC Farm, Anita selaku pemilik menceritakan asal-usul penamaan unik sapi kepresidenan ini. Menurutnya, nama Bison lahir secara alami karena karakter si sapi yang terlampau dominan di lingkungannya.
"Dia di sini itu paling aktif. Jadi dia itu kayak barometer yang lain. Kalau dia sudah bersuara, yang lain pasti ikutan," ungkap Anita, Sabtu Mei 2026.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/jelang-iduladha-2026-sapi-kurban-asal-bima-serbu-sangatta
Karena badannya paling raksasa dan bertindak jadi pemimpin di kandang, keluarga Anita sepakat menamainya Bison.
Anita juga mengisahkan, perjalanan Bison menjadi sapi pilihan Sekretariat Negara sebenarnya berawal dari inisiatif suami Anita sekitar satu setengah bulan yang lalu.
Saat itu, suaminya mencoba mendaftarkan Bison ke dinas terkait untuk ikut seleksi kurban kepresidenan.
"Waktu mendaftar mendaftar sekitar satu bulan setengah yang lalu dengan bobot 973 kilogram," kenang Anita.
Namun Bison tampaknya tahu ia sedang ikut audisi penting. Dasar memiliki nafsu makan yang luar biasa, dalam hitungan minggu selama proses kurasi tubuhnya makin melar, padat, dan berotot.
BACA JUGA:
Anita menceritakan, lonjakan drastis berat badan Bison ini baru diketahui saat dirinya melakukan proses penilaian akhir secara daring bersama pihak kementerian terkait.
"Kemudian ketika zoom dengan kementerian ditimbang online itu naik bobotnya di 1 ton 50 kilo," ungkap Anita.
Bobot fantastis seberat 1.050 kilogram dari hasil timbangan digital itulah yang akhirnya resmi menjadi tiket emas Bison menuju Istana.
Bison sendiri bukanlah penghuni baru di MWC Farm karena sapi ini sudah satu tahun penuh dirawat secara eksklusif sejak momen Idul Adha tahun lalu selesai.
"Sapinya ini sudah satu tahun full karena dia masuk setelah kurban tahun lalu. Jadi betul-betul full satu tahun di kandang MWC," kata Anita.
Rahasia tubuh monster Bison ternyata ada pada kedisiplinan dan ketelatenan perawatan harian yang tanpa putus.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/dprd-balikpapan-ingatkan-pedagang-hewan-kurban-dilarang-pakai-fasum
Saban hari Bison wajib mandi dua kali, yakni pada pagi dan sore hari agar kulit serta bulunya tetap bersih kesat. Urusan isi perut juga tidak boleh telat.
"Nggak ada yang berubah sih, dari awal masuk perawatannya tetap sama, mandi sehari dua kali, jomborannya dua kali sehari, rumputnya tiga kali sehari," tambahnya.
Tak ketinggalan, suntikan vaksin dan vitamin rutin wajib masuk dalam menunya agar imunitas si sapi jagoan tetap prima.
"Untuk jenis begini nih dia ekstra dimakan aja," imbuh Anita.
Menembus ketatnya seleksi Sekretariat Presiden tentu bukan perkara mudah. Anita membeberkan bahwa Istana memiliki standar kelayakan fisik yang sangat tinggi dan detail, bukan sekadar mencari sapi yang gemuk belaka.
Selain masalah bobot dan kesehatan yang prima, ada satu syarat fisik eksterior yang bersifat mutlak dan tidak bisa ditawar sama sekali.
BACA JUGA:
Anita menyampaikan bahwa salah satu syarat wajib dari Sekretariat Negara adalah kondisi fisik sapi yang harus bertanduk utuh dan sempurna.
Tanduk tersebut tidak boleh ada patah atau cacat sedikit pun. Untungnya Bison memiliki sepasang tanduk yang tumbuh kokoh, melengkung indah, dan tanpa cacat. Keberadaan tanduk sempurna ini kian mempertegas penampilannya yang gagah perkasa bak banteng purba.
Setelah Bison dinyatakan lolos kurasi oleh pemerintah pusat, pihak pemerintah daerah pun langsung bergerak cepat untuk memberikan jaminan legalitas dan proteksi kesehatan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Sri Wahyuningsih, menegaskan bahwa Bison telah melewati serangkaian pemeriksaan klinis yang sangat ketat oleh tim dokter hewan berwenang di Balikpapan.
"Sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan hewannya oleh dokter hewan yang berwenang di Balikpapan. Dibuktikan dengan diterbitkannya Surat Keterangan Kesehatan Hewan untuk sapi bantuan kemasyarakatan Presiden dimaksud," terang Sri Wahyuningsih saat dikonfirmasi.
BACA JUGA:
Dengan terbitnya dokumen tersebut, Bison secara hukum dan syariat telah dinyatakan 100 persen sehat, bebas dari segala macam penyakit menular, dan sangat layak untuk dikurbankan.
Bagi Pemerintah Kota Balikpapan, keberhasilan peternak lokal di RT 13 Gunung Binjai dalam mencetak sapi berbobot monster seperti Bison adalah sebuah prestasi besar. Ini menjadi bukti sahih bahwa kualitas peternakan di Kota Beriman sudah naik kelas dan mampu bersaing memenuhi standar tinggi skala nasional.
"Sapi berasal dari peternakan lokal, yakni dari Gunung Binjai Teritip," tutur Yuyun sapaan akrabnya.
Program bantuan Presiden ini pun dinilai sukses memberikan dampak ekonomi yang nyata langsung ke kantong-kantong peternak daerah.
Kini Bison tinggal menghabiskan hari-hari santainya di kandang MWC Farm sebelum waktu pembuktian tiba.
Kepala Kesbangpol Balikpapan, Muhammad Arief Fadillah menyampaikan, sesuai rencana, pada momentum Hari Raya Idul Adha nanti, sapi monster bertanduk indah ini akan segera digeser menuju Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center.
"Jadi sapinya nanti dibawa kesana, dan besoknya disembelih kemudian dagingnya dibagikan kepada maskyarakat sekitar," pungkasnya. (ADV Diskominfo Balikpapan)
