
Mentan Klaim Stok Beras RI Tertinggi Sepanjang Sejarah
- Kementan Sebut Beras Tak Lagi Picu Inflasi
Tren
IBUKOTAKINI.COM – Klaim pemerintah soal stok beras nasional yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah menjadi sorotan.
Di tengah dinamika pangan global, beras tak lagi menjadi penyumbang inflasi di RI.
Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat stok beras nasional mencapai 4,3 juta ton, melampaui rekor sebelumnya sebesar 4,2 juta ton.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahkan memproyeksikan angka itu bisa menembus 5 juta ton dalam waktu dekat.
BACA JUGA:
BMH Kaltim Salurkan 12,9 Ton Sembako untuk 2.853 Keluarga Dhuafa
“Ini tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan bulan depan kita perkirakan bisa mencapai 5 juta ton,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Rabu (1/4/2026).
Namun, pernyataan paling mencolok datang saat Kementan menegaskan bahwa beras—yang selama 10–20 tahun terakhir menjadi kontributor utama inflasi—kini tidak lagi memberikan tekanan terhadap inflasi, khususnya selama Ramadan tahun ini.
“Alhamdulillah, Ramadan tahun ini harga beras terkendali dan tidak menjadi penyumbang inflasi seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Amran.
Klaim ini menjadi perhatian karena beras selama ini dikenal sebagai komoditas paling sensitif dalam perekonomian Indonesia, baik dari sisi harga maupun ketersediaan di pasar.
BACA JUGA:
Lonjakan stok yang signifikan juga memunculkan konsekuensi baru. Pemerintah harus menyiasati keterbatasan kapasitas gudang nasional yang hanya sekitar 3 juta ton dengan menyewa tambahan gudang hingga 2 juta ton.
Direktur Utama Perum Bulog menyebut tren peningkatan stok masih akan berlanjut.
Hingga akhir Maret, stok telah mencapai 4,3 juta ton dan ditargetkan naik menjadi 4,5 juta ton.
“Penyerapannya juga sangat tinggi. Dari Januari hingga Maret sudah mencapai 1,3 juta ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah dalam periode tiga bulan,” jelasnya.
BACA JUGA:
Di sisi lain, pemerintah juga mengaitkan capaian sektor pangan ini dengan agenda yang lebih luas, yakni kemandirian energi.
Program biodiesel B50 disebut telah menggantikan impor solar, sementara pengembangan bioetanol E20 tengah disiapkan.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa Indonesia kini tidak hanya menuju swasembada pangan, tetapi juga energi, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. ***
