
Merdeka Copper Gold Terbitkan Obligasi Rp4,12 Triliun
- Mayoritas untuk Bayar Utang Jatuh Tempo
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Merdeka Copper Gold Tahap IV Tahun 2026 senilai Rp4,119 triliun.
Hampir seluruh dana hasil penerbitan surat utang tersebut akan digunakan untuk membayar kewajiban utang yang jatuh tempo pada Oktober dan Desember 2026.
Dalam Informasi Tambahan Ringkas yang diterbitkan 2 Oktober 2026, Merdeka Copper Gold menetapkan jumlah pokok obligasi sebesar Rp4.119.180.000.000.
Obligasi tersebut terbagi menjadi dua seri. Seri A memiliki nilai pokok Rp1,806 triliun dengan kupon tetap 8,25 persen per tahun dan tenor 367 hari. Sementara Seri B bernilai Rp2,313 triliun dengan kupon 10 persen per tahun dan tenor tiga tahun.
BACA JUGA:
Mengenal Lima Lumbung Emas Terbesar di Indonesia - ibukotakini.com
Namun, fokus utama penerbitan kali ini bukan ekspansi baru. Dana yang diperoleh setelah dikurangi biaya emisi hampir seluruhnya dialokasikan untuk refinancing atau pembayaran utang yang segera jatuh tempo.
Rp3,48 triliun untuk bayar utang bank
Dari total dana penerbitan, US$195 juta atau setara Rp3,486 triliun akan digunakan untuk membayar seluruh pokok utang berdasarkan fasilitas kredit bergulir Merdeka Copper Gold senilai US$195 juta.
Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada 27 Oktober 2026.
Perseroan mencantumkan sejumlah kreditur dalam fasilitas tersebut, antara lain Crédit Agricole Corporate and Investment Bank, Oversea-Chinese Banking Corporation, Bank KEB Hana Indonesia, Bank Mizuho Indonesia, Bank OCBC NISP, Bank UOB Indonesia dan Korea Development Bank.
BACA JUGA:
Perhitungan nilai rupiah menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 1 Oktober 2026 sebesar Rp17.877 per dolar AS.
Rp614,9 miliar untuk utang obligasi
Sisa dana sebesar Rp614,9 miliar akan digunakan untuk membiayai sebagian kewajiban pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan IV Merdeka Copper Gold Tahap IV Tahun 2023 Seri B.
Obligasi lama tersebut akan jatuh tempo pada 15 Desember 2026. 79a190164f_4320bd1009
Jika dibandingkan dengan nilai pokok obligasi baru Rp4,119 triliun, dua alokasi tersebut mencapai sekitar 99,2 persen. Artinya, penerbitan obligasi baru ini terutama berfungsi untuk mengelola kembali struktur kewajiban yang akan jatuh tempo.
Total liabilitas mencapai US$3,37 miliar
Kebutuhan refinancing tersebut berlangsung ketika total liabilitas Grup Merdeka pada 30 Juni 2026 tercatat US$3,3696 miliar.
BACA JUGA:
MDKA Berencana Private Placement 10 Persen Saham, Incar Modal Kerja dan Ekspansi - ibukotakini.com
Dari jumlah tersebut, liabilitas jangka pendek mencapai US$1,6343 miliar, sedangkan liabilitas jangka panjang sebesar US$1,7353 miliar.
Dalam laporan posisi keuangan, pinjaman dan fasilitas kredit bank yang masuk liabilitas jangka pendek mencapai US$348,04 juta. Utang obligasi jangka pendek tercatat US$609,31 juta. Di sisi jangka panjang, pinjaman bank mencapai US$395,87 juta dan utang obligasi US$813,19 juta.
Kondisi keuangan membaik, tetapi kebutuhan pembayaran utang tetap besar
Di sisi kinerja, Merdeka Copper Gold mencatat pendapatan US$1,402 miliar pada semester I 2026, naik dari US$854,6 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba periode berjalan melonjak menjadi US$214,84 juta dari US$8,30 juta pada semester I 2025. Arus kas bersih dari aktivitas operasi juga mencapai US$287,37 juta, meningkat dari US$183,06 juta setahun sebelumnya.
BACA JUGA:
Merdeka Gold Buka Suara soal Rencana Dual Listing di Hong Kong - ibukotakini.com
Namun, dokumen juga menunjukkan debt service coverage ratio (DSCR) sebesar 0,5 kali pada 30 Juni 2026. Sementara interest coverage ratio berada di 6,8 kali.
Pada saat yang sama, perseroan menyatakan telah memenuhi seluruh rasio keuangan yang dipersyaratkan dalam sejumlah fasilitas kredit per 30 Juni 2026.
Obligasi mendapat rating idA+
Untuk penerbitan obligasi terbaru ini, Merdeka Copper Gold memperoleh peringkat idA+ (Single A Plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Peringkat tersebut berlaku untuk periode 1 Oktober 2026 hingga 1 Oktober 2027.
Penawaran umum obligasi dijadwalkan berlangsung 14–15 Oktober 2026, dengan penjatahan pada 16 Oktober, distribusi elektronik 20 Oktober, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 21 Oktober 2026. ***
