
MSCI Depak 18 Saham RI, IHSG Anjlok 1,81 Persen
- Dana Asing Diprediksi Rotasi ke Saham Bank
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM - Keputusan MSCI mengeluarkan 18 saham Indonesia dari indeks global pada Mei 2026 memicu tekanan jual di pasar saham domestik.
Sejumlah saham berkapitalisasi jumbo terkoreksi tajam setelah terdepak dari indeks MSCI, termasuk saham emiten besar seperti BREN dan AMMN.
Tercatat ada enam saham Indonesia yang keluar dari daftar MSCI Global Indexes dalam peninjauan berkala Semi-Annual Index Review Mei 2026.
Dampaknya langsung terasa di perdagangan pasar modal domestik. IHSG ditutup melemah 1,81 persen ke level 6.734 pada sesi pertama perdagangan Rabu (13/5/2026).
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/triwulan-i-2026-realisasi-rumah-mbr-di-balikpapan-400-unit
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, nilai transaksi saham mencapai Rp10,27 triliun dengan volume perdagangan 26,13 miliar saham dan frekuensi 1,47 juta kali transaksi.
Meski memicu gelombang jual paksa atau forced sell, dana asing diperkirakan tidak sepenuhnya keluar dari pasar Indonesia.
Pelaku pasar menilai dana global berpotensi melakukan rotasi portofolio ke saham-saham yang lebih likuid, terutama sektor perbankan berkapitalisasi besar atau blue chip.
Setiap Mei, MSCI merilis peninjauan indeks yang menjadi acuan bagi dana kelolaan global bernilai sekitar US$13 triliun.
Penghapusan sejumlah saham Indonesia kali ini dinilai berkaitan dengan rendahnya porsi saham beredar di publik atau free float, meski emiten memiliki kapitalisasi pasar besar.
Disclaimer: Informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat edukasi dan analisis data publik, bukan merupakan perintah atau rekomendasi beli/jual untuk instrumen investasi apa pun. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.***
