Stand UMKM berjajar di Halaman Dome Balikpapan
Ekbis

Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Dongkrak Ekonomi Kaltim

  • Para pelaku usaha optimistis momentum Lebaran tetap memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi daerah
Ekbis
Bambang Susilo

Bambang Susilo

Author

IBUKOTAKINI.COM - Momentum mudik Lebaran 2026 diperkirakan menjadi penggerak ekonomi musiman yang signifikan di Kalimantan Timur. 

Hal ini terjadi di tengah tekanan inflasi daerah yang tercatat mencapai 4,64 persen pada Februari 2026.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Timur, Putri Amanda Nurrahmadani, mengatakan arus pemudik biasanya mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga dalam waktu singkat. 

Kondisi tersebut mempercepat perputaran uang di masyarakat.

“Arus pemudik membawa peningkatan konsumsi yang langsung terasa di sektor perdagangan, kuliner, transportasi lokal, hingga jasa,” ungkap Putri pada Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, dibandingkan stimulus fiskal yang membutuhkan proses panjang, dampak ekonomi Lebaran dapat dirasakan lebih cepat dan menyebar luas. 

Terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor perdagangan dan jasa.

BACA JUGA:

Ramadan Cuan, Pesanan Kue Kering Hingga Ribuan Toples - ibukotakini.com

Pendapat serupa disampaikan Sekretaris Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kalimantan Timur, Reza Fadillah. 

Ia menilai momentum Lebaran menjadi stimulus ekonomi rakyat yang paling nyata karena langsung memicu aktivitas konsumsi masyarakat.

Reza menjelaskan ada empat sektor yang biasanya paling cepat merespons peningkatan aktivitas selama Lebaran. 

“Sektor tersebut meliputi perdagangan ritel dan pasar tradisional, makanan dan minuman atau UMKM kuliner, transportasi serta logistik, dan akomodasi maupun pariwisata lokal,” sebutnya.

Di sisi lain, Kalimantan Timur memiliki karakteristik mobilitas ekonomi yang berbeda dibandingkan daerah lain. Wilayah ini tidak hanya menjadi tujuan mudik, tetapi juga menjadi sumber tenaga kerja di sektor strategis seperti pertambangan dan konstruksi.

“Kaltim memiliki mobilitas ekonomi dua arah. Ketika pemudik datang terjadi lonjakan konsumsi, tetapi saat pekerja asal Kaltim mudik ke luar daerah konsumsi internal juga berkurang. Jadi ada efek plus dan minusnya,” ujar Reza.

Meski demikian, para pelaku usaha optimistis momentum Lebaran tetap memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi daerah, terutama bagi UMKM yang mengandalkan peningkatan permintaan selama periode hari raya. ***