Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr. Jaya Mualimin
Samarinda

Musim Kemarau di Kaltim, Warga Diminta Waspadai Air Tercemar

  • Dinkes mengingatkan warga mewaspadai air tercemar, diare, leptospirosis, sanitasi, dan debu
Samarinda
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM Musim kemarau yang berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) membuat ketersediaan sumber air bersih semakin terbatas. Kondisi ini mendorong masyarakat menyimpan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, penyimpanan air yang tidak dikelola dengan baik justru dapat memicu persoalan kesehatan. Air tercemar dan sanitasi lingkungan yang buruk berpotensi menjadi media penularan berbagai penyakit, termasuk diare dan gangguan pada kulit.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, keterbatasan sumber air selama musim kemarau membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang berkaitan dengan kualitas air dan lingkungan.

Menurut dia, sumber air yang digunakan masyarakat juga berpotensi tercemar karena dimanfaatkan secara bersama-sama. Terlebih, sumber air tersebut tidak hanya didatangi manusia, tetapi juga hewan.

"Kalau kekeringan, sumber air itu sangat terbatas. Kebutuhan air masyarakat menjadi kebutuhan utama. Sumber-sumber air itu akan didatangi bukan hanya manusia, mungkin juga binatang dan sebagainya, sehingga bisa menjadi media penyakit menular, misalnya diare," kata Jaya dikutip daru akun resmi Pemprov Kaltim pada Rabu, 16 September 2026. 

BACA JUGA:

Panas Ekstrem, Dinkes Balikpapan Imbau Pengendara Gunakan Masker - ibukotakini.com

Selain diare, masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit yang dapat muncul akibat pencemaran lingkungan. Salah satunya leptospirosis, yakni penyakit yang dapat menular melalui paparan urine hewan yang terinfeksi, terutama tikus.

Jaya mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di lingkungan yang berpotensi tercemar urine hewan.

"Demam kuning yang disebabkan karena kencing tikus juga perlu diwaspadai. Gejalanya paling banyak diare," ujarnya.

Air Bersih Harus Tetap Aman

Untuk mengantisipasi persoalan kesehatan selama kemarau, Dinkes Kaltim terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penyakit yang dapat muncul akibat penggunaan air tercemar dan buruknya sanitasi lingkungan.

BACA JUGA:

5 Program Prioritas Dinkes Kutim, dari Stunting hingga Dokter Keliling - ibukotakini.com

Jaya meminta masyarakat memastikan air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari berada dalam kondisi bersih dan aman. Tempat penyimpanan air juga harus dikelola dengan baik agar tidak menjadi sumber pencemaran.

“Air yang disimpan sebaiknya ditempatkan dalam wadah bersih dan tertutup,” tukasnya. Kebersihan wadah perlu diperhatikan secara rutin, terutama jika digunakan untuk menyimpan air dalam waktu cukup lama. 

Karena itu, Dinkes Kaltim mengimbau masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat selama musim kemarau.

Masyarakat diminta menjaga kebersihan tubuh, memastikan air yang digunakan aman, menjaga sanitasi lingkungan, serta mengurangi paparan debu. ***