Sehari 31 Kali Antar Pengantaran Air Tandon
Balikpapan

Musim Kemarau, Warga Balikpapan Berebut Air Tandon

  • Sehari 31 Kali Antar Air Tandon
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Musim kemarau mulai terasa berat bagi warga Balikpapan. Berkurangnya distribusi air bersih membuat sebagian masyarakat harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satunya dengan membeli air tandon. 

Kondisi tersebut dirasakan Musa, salah seorang penjual air tandon di Balikpapan. Dia mengaku permintaan air bersih meningkat tajam dalam dua bulan terakhir memasuki musim kering. 

Bahkan, dalam sehari Musa bisa melayani hingga 31 kali pengantaran air tandon. Pengiriman tersebut hanya dilakukan di kawasan Taman Bukit Sari dan Batuah. 

"Sehari layani 31 pengantaran hanya di wilayah Taman Bukit Sari dan Batuah," kata Musa pada Senin, 14 September 2026. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/17-tangki-ptmb-disiagakan-layani-warga-balikpapan

Tingginya permintaan membuat aktivitas Musa berlangsung sejak dini hari hingga malam. Dia mulai bekerja sekitar pukul 05.00 Wita dan baru selesai sekitar pukul 23.00 Wita. 

Padatnya pesanan bahkan membuatnya kewalahan. Menurut Musa, jumlah pesanan kali ini menjadi yang terbanyak selama dirinya menjalankan usaha penjualan air tandon. 

"Belum pernah mengantar pesanan segini banyak, sampai kewalahan," ujarnya. 

Musa mengatakan, banyaknya antrean membuat warga yang baru memesan tidak bisa langsung mendapatkan kiriman. Mereka harus menunggu hingga sekitar dua hari. 

"Warga yang pesan baru bisa diantar dua hari kemudian, mengingat pembeli yang banyak," jelasnya. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/el-nino-pangkas-debit-air-baku-balikpapan-38-ribu-sambungan-terdampak

Ia menyebut untuk satu tandon berkapasitas 1.200 liter, dipatok harga Rp100 ribu. 

"Pengantaran air tandon tidak bisa menjangkau daerah yang jauh karena tingginya permintaan di dua pemukiman. Sehingga hanya dua pemukiman yang dilayani," tandasnya. 

Lonjakan permintaan air tandon ini tidak lepas dari kondisi distribusi air bersih di Balikpapan yang mulai berkurang sejak 1 September 2026. 

Memasuki musim kemarau, kebutuhan air bersih warga meningkat. Di sisi lain, sumber air baku Kota Balikpapan sangat bergantung pada sejumlah sumber, termasuk Waduk Manggar dan Waduk Teritip serta sumur yang dimiliki pemerintah. 

Ketika layanan distribusi air bersih tidak menjangkau sebagian warga atau jam layanan berkurang, air tandon menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. ***