
Swardi Tandiring Sebut Nelayan Teritip Terbatas Akses
- Salah satu kendala yang dihadapi nelayan adalah sulitnya memperoleh bahan bakar jenis solar
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Pesisir Teritip, Balikpapan Timur, menyimpan potensi laut yang melimpah. Udang galah, kerapu, hingga kepiting rajungan menjadi komoditas bernilai tinggi di pasar.
Namun, hasil laut tersebut belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan nelayan setempat.
Di lapangan, sebagian nelayan masih berkutat pada pemenuhan kebutuhan harian. Hasil melaut dinilai cukup untuk bertahan hidup, tetapi belum mampu mendorong peningkatan ekonomi.
Kondisi ini menjadi perhatian Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Swardi Tandiring, setelah meninjau langsung kawasan RT 03 dan RT 04 Teritip.
Menurut dia, persoalan utama bukan terletak pada potensi sumber daya laut, melainkan keterbatasan akses pendukung yang belum memadai.
Salah satu kendala yang dihadapi nelayan adalah sulitnya memperoleh bahan bakar jenis solar.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/pasien-rsud-kanujoso-membludak-usai-lebaran
Untuk mendapatkannya, nelayan harus menempuh jarak cukup jauh, sehingga menambah waktu dan biaya operasional sebelum melaut.
“Kalau biaya naik, waktu melaut jadi terbatas. Hasil tangkapan ikut terdampak,” katanya, Kamis (26/3/2026).
Selain itu, minimnya fasilitas penyimpanan menjadi masalah lain. Hasil tangkapan yang seharusnya memiliki nilai jual tinggi kerap tidak bertahan lama karena ketiadaan mesin pendingin dan tempat penampungan yang layak.
Kondisi ini membuat nelayan terpaksa menjual hasil tangkapan secara cepat, sehingga harga yang diperoleh tidak selalu optimal.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/libur-idulfitri-2026-pengunjung-nikmati-berbagai-fasilitas-ikn
Padahal, komoditas laut dari Teritip memiliki peluang pasar hingga ke luar daerah. Namun, jalur distribusi yang belum efisien membuat nilai ekonomi tersebut belum sepenuhnya dinikmati nelayan.
Permasalahan ini menjadi perhatian DPRD Kota Balikpapan untuk dibahas bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan.
Swardi menyebut, penanganan harus difokuskan pada kebutuhan riil di lapangan agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat pesisir.
“Potensi laut Balikpapan Timur ini besar. Kalau didukung dengan fasilitas yang tepat, dampaknya bisa langsung ke ekonomi masyarakat,” kata dia.
Ia menilai, laut di Teritip telah memberi banyak, tetapi sistem pendukung dan akses yang belum optimal.
"Hal ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah," tutupnya. ***
