
Okupansi Hotel Balikpapan Tembus 64,69 Persen
- Sinyal Positif Pariwisata
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Kinerja sektor pariwisata Kota Balikpapan menunjukkan perbaikan pada akhir 2025. Hal ini tercermin dari meningkatnya tingkat hunian hotel dan rata-rata lama menginap tamu. Data tersebut mengindikasikan geliat aktivitas perjalanan dan bisnis yang masih terjaga di kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang pada November 2025 tercatat sebesar 64,69 persen. Angka ini naik 8,35 poin dibandingkan Oktober 2025, meskipun masih turun 2,34 poin dibandingkan November 2024.
Kepala BPS Kota Balikpapan Marinda Dama Prianto mengatakan bahwa kenaikan TPK secara bulanan mencerminkan meningkatnya mobilitas tamu, baik untuk kepentingan wisata maupun perjalanan dinas dan bisnis.
“Secara month to month, pergerakan tamu cukup positif. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi dan pariwisata masih tumbuh,” katanya dalam keterangan resminya pada Senin (5/1/2026).
BACA JUGA:
Target Penumpang 2026, Bandara SAMS Sepinggan 5,5 Juta - ibukotakini.com
Dari sisi klasifikasi, hotel bintang tiga mencatat tingkat hunian tertinggi dengan TPK mencapai 73,13 persen. Disusul hotel bintang lima sebesar 71,14 persen dan hotel bintang empat sebesar 63,39 persen. Sementara itu, hotel bintang satu dan dua berada pada level terendah, yakni 40,87 persen.
Selain tingkat hunian, indikator lain yang menguat adalah rata-rata lama menginap tamu. Pada November 2025, rata-rata lama menginap tercatat 1,70 hari, naik dibandingkan Oktober 2025 maupun periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata lama menginap tamu asing mencapai 2,46 hari, lebih tinggi dibandingkan tamu nusantara yang berada di kisaran 1,69 hari.
Marinda menilai, peningkatan lama menginap menjadi sinyal penting bagi sektor pariwisata dan perhotelan karena berimplikasi langsung terhadap perputaran ekonomi lokal.
“Semakin lama tamu tinggal, semakin besar potensi belanja yang mengalir ke sektor pendukung seperti transportasi, kuliner, dan jasa,” katanya.
