
Omzet Kutim Expo 2026 Tembus Rp4,24 Miliar
- Keuntungan UMKM Diperkirakan Rp1 Miliar
Kutai Timur
IBUKOTAKINI.COM — Pekan Raya Kutim Expo (PRKE) 2026 mencatat omzet penjualan Rp4,24 miliar hingga Minggu (18/10/2026) pukul 18.00 WITA. Setelah pameran berakhir, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini ditantang mempertahankan penjualan serta memperluas pasar produk lokal.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Timur, Novian Prananta, menyampaikan nilai transaksi sementara mencapai Rp4.245.900.000. Angka tersebut masih berpeluang bertambah karena pencatatan dilakukan sebelum seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi meminta pelaku usaha tidak berhenti memasarkan produk setelah expo selesai. Ia mendorong peserta menindaklanjuti pertemuan dengan calon pembeli dan mitra usaha agar menghasilkan kerja sama yang berkelanjutan.
“Produk yang diperkenalkan harus memiliki kesempatan menembus pasar yang lebih luas. Kerja sama yang dibangun dan ditindaklanjuti dan peluang usaha yang ditemukan harus dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif,” kata Mahyunadi dikutip Kamis (22/10/2026).
Keuntungan UMKM Diperkirakan Bisa Rp1 Miliar
Mahyunadi memperkirakan keuntungan pelaku UMKM bisa mencapai sekitar Rp1 miliar jika menggunakan asumsi margin keuntungan 25 persen dari total transaksi sekitar Rp4,25 miliar.
“Kalau dihitung-hitung dari Rp4,25 miliar itu kali 25 persen keuntungannya, berarti kurang lebih Rp1 miliar ada yang dapatkan keuntungan oleh para pelaku UMKM yang ada di sini selama Pekan Raya ini,” ujarnya.
Angka tersebut merupakan perkiraan berdasarkan asumsi margin, bukan data keuntungan bersih seluruh peserta. Keuntungan aktual setiap usaha bergantung pada biaya produksi, operasional, dan hasil penjualan masing-masing.
Kutim Expo Diikuti 231 Peserta
PRKE 2026 berlangsung selama tujuh hari, 12–18 Oktober, di Lapangan Helipad Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta Utara. Pameran ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur.
BACA JUGA:
Pekan Raya Kutim Expo 2026 Resmi Dibuka, Libatkan 231 Peserta - ibukotakini.com
Sebanyak 231 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 39 stan perangkat daerah, 18 stan kecamatan, tiga stan instansi vertikal, empat stan perusahaan pertambangan, satu stan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), tiga stan perbankan, dan tiga stan organisasi atau lembaga.
Selain itu, terdapat 160 peserta dari kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan ekonomi kreatif.
Pameran mempertemukan pelaku usaha dengan pengunjung sekaligus membuka kesempatan bagi UMKM untuk memperkenalkan produk dan menjajaki peluang kemitraan. Keramaian pengunjung juga menjadi peluang bagi peserta untuk memperluas jangkauan promosi.
Mahyunadi mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, memperkuat promosi, dan memperluas jaringan distribusi. Menurut dia, produk unggulan Kutai Timur perlu terus dikembangkan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
BACA JUGA:
Investor Makassar Mau Tanam Rp30 Triliun di KEK MBTK - ibukotakini.com
“Agar mampu bersaing di pasar yang lebih tinggi. Produk unggulan kita harus terus dikembangkan, bukan hanya ditampilkan saat pameran,” katanya.
Ia juga berharap produk lokal Kutai Timur dapat menembus pasar ekspor. Pengembangan usaha diharapkan membuka kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ke depan berbagai produk lokal Kutim harus bisa menembus pasar yang lebih luas hingga masuk pasar ekspor,” tegas Mahyunadi.***
