
Optimalkan Peran Perpustakaan, PPU Optimis Literasi Warga Meningkat
- Mengoptimalkan peran perpustakaan agar lebih adaptif, inovatif, dan mampu memberdayakan masyarakat melalui literasi, keterampilan, dan kolaborasi lintas sektor
Penajam
IBUKOTAKINI.COM - Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) 2025 di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU, Senin (11/8/2025). Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan peran perpustakaan agar lebih adaptif, inovatif, dan mampu memberdayakan masyarakat melalui literasi, keterampilan, dan kolaborasi lintas sektor.
Sosialisasi diikuti 144 peserta, terdiri dari lurah, kepala desa, dan pengelola perpustakaan dari 54 kelurahan/desa di empat kecamatan se-PPU. Hadir Sekretaris Daerah PPU Tohar, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip PPU Muhammad Yusuf Basrah, serta Pustakawan Penyelia dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan sebagai narasumber.
Sekda PPU Tohar mengatakan, transformasi perpustakaan harus diiringi penataan arsip yang profesional. Arsip yang tersimpan dengan baik, katanya, menjadi rujukan kebijakan publik sekaligus mencerminkan kerapian tata kelola pemerintahan.
“Transformasi berarti bergerak dari kondisi saat ini menuju yang lebih baik. Perpustakaan harus berperan sebagai pusat pengetahuan, literasi digital, dan pengembangan keterampilan masyarakat,” katanya.
BACA JUGA:
Bergerak Cepat, Pemkab PPU Bentuk Satgas Makan Bergizi Gratis - ibukotakini.com
Tohar mengungkapkan pentingnya inklusi sosial dalam TPBIS, yakni memastikan semua warga mendapat hak yang sama atas layanan perpustakaan.
Konsep ini memerlukan kebijakan terstruktur, peningkatan kapasitas pustakawan, fasilitas memadai, dan akses internet yang mudah. Ia mendorong sinergi lintas sektor, seperti kolaborasi dengan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian untuk pelatihan pemasaran digital hingga pembelajaran coding bagi generasi muda.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip PPU, Muhammad Yusuf Basrah, berharap kegiatan ini menjadi momentum pengelola perpustakaan desa dan kelurahan untuk berinovasi.
“TPBIS bukan hanya program, tetapi gerakan untuk menjadikan perpustakaan sebagai agen perubahan yang menginspirasi, memberdayakan, dan menghubungkan masyarakat dengan peluang baru,” tandasnya. ***
