
Otorita IKN Ungkap Dampak Besar Nusantara untuk Ekonomi Kaltim
- Hasil kajian menunjukkan bahwa Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang menjadi lokasi utama IKN, mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi hingga 19,9 persen
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur.
Sejumlah daerah penyangga kini merasakan manfaat langsung dari pembangunan ibu kota baru, mulai dari peningkatan investasi, terbukanya lapangan kerja, hingga penurunan angka kemiskinan.
Fakta tersebut terungkap dalam agenda Jumat Belajar ASN Otorita IKN yang mengangkat tema Regional Collaboration for Tri-City Development: Lessons From Global Experience (Sweden, Spain, and Italy) serta Regional Development through Inter-Municipal Collaboration: Key Success Factors for the Greater Nusantara Region, Jumat (5/6/2026).
Forum yang menghadirkan akademisi dari The University of Tokyo dan Toyo University itu membahas strategi pembangunan kawasan metropolitan terintegrasi agar manfaat pembangunan IKN dapat dirasakan secara merata oleh daerah-daerah di sekitarnya.
BACA JUGA:
Wali Kota Balikpapan Ungkap Strategi Pendidikan di Hadapan Mendikdasmen - ibukotakini.com
PPU Catat Pertumbuhan Ekonomi Hampir 20 Persen
Salah satu temuan penting yang dipaparkan dalam forum tersebut berasal dari Kajian Dampak Ekonomi melalui fasilitas Pendukung Penerapan Skema Pendanaan (PPSP).
Hasil kajian menunjukkan bahwa Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang menjadi lokasi utama IKN, mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi hingga 19,9 persen dibandingkan sebelum pembangunan Nusantara dimulai.
Tak hanya itu, tingkat kemiskinan ekstrem atau indikator kemiskinan (P0) di PPU juga tercatat menurun sebesar 0,45 persen.
Temuan tersebut memperkuat indikasi bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan pemerintahan, tetapi juga mulai memberikan efek ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
BACA JUGA:
Surya Biru Murni Acetylene Tetap Ekspansi di Tengah Tekanan Harga Minyak - ibukotakini.com
Balikpapan Jadi Gerbang Investasi IKN
Kajian yang sama juga mengungkap peran strategis daerah-daerah penyangga IKN dalam mendorong pertumbuhan kawasan.
Balikpapan kini berperan sebagai gerbang investasi utama menuju IKN. Kota ini menjadi pusat aktivitas bisnis, logistik, serta layanan pendukung bagi investor dan pelaku usaha yang terlibat dalam pembangunan Nusantara.
Sementara itu, Samarinda dan Kutai Kartanegara (Kukar) turut menikmati dampak limpahan (spillover effect) dari meningkatnya aktivitas ekonomi yang dipicu pembangunan IKN.
Kondisi ini menunjukkan bahwa efek pembangunan Nusantara mulai menyebar ke wilayah sekitar dan membentuk ekosistem ekonomi regional yang semakin terhubung.
BACA JUGA:
Ribuan Paket Daging Kurban Disalurkan ke Pekerja dan Warga IKN - ibukotakini.com
Otorita IKN Dorong Konsep Greater Nusantara
Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, menegaskan bahwa masa depan Nusantara tidak bisa dipisahkan dari kota-kota penyangga di sekitarnya.
Menurutnya, pembangunan IKN harus dilakukan melalui konsep Greater Nusantara, yakni kawasan metropolitan yang mengintegrasikan IKN dengan Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara, dan Kutai Kartanegara.
"Kita membutuhkan kota-kota sekitar untuk menjadi Greater Nusantara. Orang-orang di sebuah kota saling membutuhkan satu sama lain. Maka dari itu kita menyebutnya sebagai pembangunan Greater Nusantara," terang Pungky.
Konsep ini merupakan pengembangan dari gagasan Tiga Kota yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN.
BACA JUGA:
Pelaku Bisnis Tetap Ekspansif di Balikpapan - ibukotakini.com
Belajar dari Jepang dan Eropa
Dalam forum tersebut, para peserta juga mempelajari berbagai praktik terbaik kolaborasi regional dari sejumlah negara.
Salah satunya adalah Nara Model di Jepang yang memungkinkan pemerintah daerah bekerja sama secara fleksibel sesuai kebutuhan, mulai dari sektor transportasi, logistik, tenaga kerja, pelayanan publik hingga pengembangan ekonomi tanpa harus membentuk organisasi baru yang kaku.
Selain itu, pengalaman wilayah Emilia-Romagna di Italia menjadi contoh bagaimana lembaga regional mampu menghubungkan kebutuhan pasar global dengan inovasi dan kapasitas UMKM lokal sehingga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pembelajaran dari kawasan Jabodetabekpunjur juga menjadi perhatian. Meski memiliki kerangka hukum dan forum koordinasi yang cukup kuat, efektivitas implementasi tetap menjadi faktor penentu keberhasilan kerja sama antardaerah.
BACA JUGA:
Ekspor CPO dan Batu Bara Lewat Danantara, Ini Penjelasan Airlangga - ibukotakini.com
Akademisi Jepang: Setiap Kota Harus Punya Peran Jelas
Akademisi Toyo University, Norihisa Shima, menilai dampak pembangunan IKN akan semakin besar jika setiap daerah penyangga memiliki fungsi yang jelas dan saling melengkapi.
"IKN akan memberikan dampak yang besar kepada kota-kota sekitar. Maka dari itu penting sekali IKN berkolaborasi bersama dengan kota-kota sekitar. Setiap kota dan kabupaten perlu memiliki fungsi masing-masing, dan setiap fungsi bisa terintegrasi satu sama lain," katanya.
Senada dengan itu, akademisi The University of Tokyo, Fumihiko Seta, mengaku terkesan dengan perkembangan pembangunan Nusantara yang dinilai berlangsung cepat.
"Saya datang ke beberapa ibu kota baru, saya sangat terkesan dengan perkembangan Nusantara. Saya yakin di kemudian hari akan banyak orang datang ke sini. Sangat penting untuk Nusantara mengelola kawasan metropolitan dengan baik," ujarnya. ***
