Bupati Kutai Timur dorong hilirisasi sawit di KEK Maloy, targetkan refinery dan pabrik biodiesel untuk perkuat ekonomi dan ketahanan energi nasional. (Foto: Ilustrasi)
Kutai Timur

Pabrik Biodiesel dan Refinery Segera Dibangun di Kutim

  • Bupati Kutai Timur Dorong Hilirisasi Sawit di KEK Maloy
Kutai Timur
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM – Bupati Kutai Timur menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi ekonomi melalui hilirisasi sawit. 

Kutai Timur tidak lagi ingin dikenal hanya sebagai daerah penghasil bahan baku, tetapi bertransformasi menjadi pusat industri berbasis produk turunan kelapa sawit.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menempatkan sawit sebagai komoditas strategis nasional untuk mendukung ketahanan energi, termasuk pengembangan biodiesel.

Menurut Bupati, perubahan paradigma tersebut bukan sekadar meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga menjadi strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:

Bupati Kutim Ardiansyah Ajak Generasi Muda Jadi Petani Organik - ibukotakini.com

“Perusahaan tidak hanya berorientasi pada produksi bahan mentah, tetapi juga diharapkan berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah melalui hilirisasi industri sawit yang berkelanjutan,” tegasnya, Senin (20/04/2026).

KEK Maloy Disiapkan Jadi Pusat Industri Sawit Terintegrasi

Sebagai fondasi penguatan industri, pemerintah telah menghadirkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK). Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat pengembangan industri hilir sawit di Kalimantan Timur.

KEK Maloy dinilai sangat strategis karena didukung akses logistik efisien dan berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), yang merupakan lintasan perdagangan internasional. 

BACA JUGA:

Siasat Kutai Timur Hadapi Penurunan Industri Tambang Batu Bara - ibukotakini.com

Keunggulan ini membuat Kutai Timur memiliki posisi penting dalam rantai pasok global berbasis komoditas sawit.

Pemerintah daerah pun mendorong percepatan realisasi investasi di KEK Maloy, termasuk pembangunan fasilitas pengolahan seperti refinery (kilang minyak sawit) hingga pabrik biodiesel.

“Ini bukan hanya peluang bisnis, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi investor yang ingin tumbuh bersama Kutai Timur,” ujarnya.

Investasi Hilirisasi Sawit Dinilai Jadi Motor Ekonomi Baru

Bupati juga mengajak investor dalam dan luar negeri untuk melihat Kutai Timur sebagai kawasan potensial dengan sumber daya melimpah, dukungan regulasi pemerintah, serta infrastruktur yang terus berkembang.

BACA JUGA:

Kuota RKAB Dipangkas, 5 Raksasa Tambang di Kutai Timur Terancam PHK - ibukotakini.com

Menurutnya, investasi di sektor hilirisasi sawit akan memberikan dampak berlapis, mulai dari peningkatan daya saing produk, efisiensi biaya logistik, hingga penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

“Dengan hadirnya industri pengolahan di daerah, kita bisa menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing produk, dan yang terpenting menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Ini adalah masa depan Kutai Timur yang kita bangun bersama,” pungkasnya.***