Kegiatan sosialisasi paar modal sebagai alternatif pendanaan bagi perusahaan di Balikpapan, Kamis 11 September 2025.
Ekbis

Pasar Modal Indonesia Catat 954 Emiten, Kapitalisasi Rp13.755 Triliun

  • Investor baru tercatat lebih dari 2 juta per tahun
Ekbis
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) per 9 September 2025, tercatat sebanyak 954 perusahaan saham dan 137 obligasi yang telah melantai di bursa dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp13.755 triliun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 7.628,6 dengan rata-rata nilai transaksi harian saham sebesar Rp14,51 triliun. Sementara jumlah investor pasar modal kini menembus 17,57 juta atau tumbuh 18,01 persen sejak awal tahun.

Kepala Unit Pengembangan Calon Perusahaan Tercatat 1 BEI, Yan Hendrick Simorangkir, mengatakan capaian ini menjadi bukti bahwa pasar modal Indonesia semakin inklusif dan menarik bagi investor maupun perusahaan.

BACA JUGA:

Pusat Sunat Dana Daerah, Penanganan Banjir Terdampak - ibukotakini.com

“Pencapaian jumlah emiten yang hampir menembus seribu dan pertumbuhan investor di atas 18 persen YTD menegaskan kepercayaan tinggi terhadap pasar modal Indonesia. Ini momentum yang harus terus dijaga,” ujar Yan Hendrick dalam kegiatan Sosialisasi Pasar Modal Sebagai Alternatif Pendanaan Perusahaan yang berlangsung di Balikpapan, Kamis, 11 September 2025.

Potret Pasar Modal Indonesia.

Hingga September 2025, terdapat 22 pencatatan saham baru dengan total dana yang dihimpun Rp10,4 triliun. Saat ini juga ada 10 perusahaan yang sedang dalam pipeline pencatatan saham.

Di sisi instrumen utang, tercatat 126 emisi dari 66 penerbit dengan total dana Rp145,5 triliun. BEI juga mencatat ada 14 emisi dari 12 perusahaan yang tengah dalam pipeline penerbitan obligasi.

BACA JUGA:

Berau Coal Bangun Jalan Umum Sepanjang 7,8 Kilometer - ibukotakini.com

“Pipeline IPO dan obligasi menunjukkan minat perusahaan yang masih tinggi untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan. Hal ini akan memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tambah Yan Hendrick.

Produk yang tersedia di pasar modal Indonesia kini semakin beragam, mulai dari saham, obligasi, sukuk, ETF, REITs, hingga efek beragun aset dan kontrak berjangka indeks LQ-45.

Menurut Yan Hendrick, BEI akan terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan agar jumlah investor ritel terus bertambah. 

“Kami menargetkan pasar modal dapat menjadi salah satu pilar utama pembiayaan pembangunan Indonesia,” katanya. ***