
Pasar Modal Syariah Indonesia Melonjak, Investor Tumbuh 425 Kali Lipat
- JAKARTA — Pasar modal syariah Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dan semakin diperhitungkan di tingkat global. PT Bursa Efek Indonesia mencatat
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM — Pasar modal syariah Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dan semakin diperhitungkan di tingkat global.
PT Bursa Efek Indonesia mencatat jumlah saham syariah meningkat 184 persen dalam 15 tahun terakhir, seiring lonjakan jumlah investor syariah dan penguatan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan syariah dunia.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 13 Mei 2026, jumlah saham syariah naik dari 237 saham pada 2011 menjadi 673 saham pada 2026. Jumlah tersebut kini mencakup sekitar 70 persen dari total saham tercatat di BEI.
Tak hanya dari sisi jumlah emiten, kapitalisasi pasar saham syariah yang tergabung dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) juga tumbuh pesat. Sejak 2011, kapitalisasi pasar ISSI melonjak 255 persen hingga mencapai USD399 miliar.
Pertumbuhan pasar modal syariah juga ditopang oleh peningkatan jumlah investor syariah yang sangat agresif. Berdasarkan data Anggota Bursa penyedia Sharia Online Trading System (SOTS), jumlah investor syariah naik lebih dari 425 kali lipat, dari hanya 531 investor pada 2012 menjadi 226.457 investor per April 2026.
Kenaikan tersebut mencerminkan semakin tingginya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem investasi syariah di Indonesia.
Indonesia Raih Pengakuan Global Pasar Modal Syariah
Di tingkat internasional, pengakuan terhadap pasar modal syariah Indonesia juga terus menguat. Pada 2025, BEI kembali meraih penghargaan internasional dalam ajang Global Islamic Finance Awards (GIFA) melalui kategori GIFA Championship Award for Islamic Capital Market 2025.
Penghargaan itu menjadi penghargaan kedelapan yang diterima BEI sejak 2016. Sebelumnya, Indonesia juga konsisten dinobatkan sebagai Best Islamic Capital Market in the World selama periode 2019 hingga 2022.
Direktur PT Bursa Efek Indonesia, Risa E. Rustam mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
“Kegiatan ini mencerminkan komitmen kami dalam memperkuat kolaborasi internasional, memperluas konektivitas global, serta membangun kemitraan yang bermakna antara investor, pelaku pasar, regulator, dan para pakar keuangan syariah kelas dunia,” ujar Risa dalam pernyataan resmi dikutip Kamis, 21 Mei 2026.
Elevate 2026 Jadi Ajang Penguatan Investasi Syariah
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem investasi syariah, BEI menggelar Elevate 2026 yang merupakan pengembangan dari Sharia Investment Week (SIW), agenda tahunan pasar modal syariah yang rutin digelar sejak 2019.
Mengusung tema “Elevate: Indonesia Islamic Capital Market – 15 Years Rising Heading Worldwide”, kegiatan tersebut menghadirkan konsep penerbangan dan aviasi sebagai simbol akselerasi, konektivitas, dan optimisme pasar modal syariah Indonesia untuk terus berkembang secara global.
Elevate 2026 menghadirkan dua agenda utama, yakni IFN Indonesia Forum pada Rabu (20/5) dan SIW 2026 pada 21–23 Mei 2026.
Sepanjang rangkaian acara, terdapat tiga forum internasional, tujuh seminar dan talk show tematik, serta satu inspirational talk yang menghadirkan lebih dari 40 narasumber dan moderator dari regulator, pelaku industri pasar modal syariah global, hingga public figure.
Acara pembukaan dilakukan oleh Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan, Henry Rialdi yang mewakili Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, bersama Direktur BEI Risa E. Rustam.
Sharia Investment Week 2026 Digelar Hybrid
SIW 2026 berlangsung secara fisik di Main Hall BEI dan secara daring melalui SIW IDX agar dapat diakses masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada tahun ini, sebanyak 30 tenant booth hadir dalam kegiatan tersebut, baik secara fisik maupun virtual. Booth fisik terdiri dari 15 booth Anggota Bursa Sharia Online Trading System (AB-SOTS), booth IDX Mobile, Self-Regulatory Organization (SRO), anak usaha SRO, hingga OJK.
Sementara virtual expo mencakup area AB-SOTS, area OJK dan SRO, serta area bank RDN syariah, manajer investasi, dan lembaga filantropi Islam.
Melalui penyelenggaraan Elevate 2026, BEI berharap dapat meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat terhadap pasar modal syariah sekaligus memperkuat branding pasar modal syariah Indonesia di tingkat global.***
