Instalasi pengolahan air  milik Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Perumdam
TTB Kutim).
Kutai Timur

Pasokan Air Baku Defisit, Layanan Air Bersih 18 Ribu Warga Terancam

  • Perumdam Bidik Sumber Air Baku
Kutai Timur
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM – Keterbatasan pasokan air baku menjadi tantangan serius bagi layanan air bersih di Kecamatan Kaliorang dan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur. 

Meski ribuan pelanggan telah terlayani, kapasitas produksi air belum mampu mengikuti kebutuhan masyarakat akibat minimnya debit sumber air baku.

Data Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur menunjukkan, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kaliorang yang dibangun pada 2017 di Desa Bukit Makmur memiliki kapasitas terpasang sebesar 50 liter per detik. 

Namun, sumber air baku yang tersedia saat ini hanya mampu memasok sekitar 30 liter per detik.

BACA JUGA:

Sumber Mata Air Menyusut, Pasokan Air Bersih untuk 3.827 Warga Terancam - ibukotakini.com

SPPG di Kutai Timur Gunakan Air Kemasan Produksi PDAM - ibukotakini.com

Padahal, kebutuhan produksi untuk menjaga layanan air bersih tetap mengalir secara berkelanjutan kepada pelanggan eksisting diperkirakan mencapai 35 liter per detik.

Direktur Utama Perumdam Tirta Tuah Benua Kutim, Suparjan, mengatakan ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan air baku menjadi perhatian utama perusahaan dan pemerintah daerah.

“Saat ini sumber air baku yang tersedia rata-rata hanya sekitar 30 liter per detik. Sementara kebutuhan untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan eksisting secara kontinyu mencapai sekitar 35 liter per detik. Karena itu diperlukan langkah-langkah optimalisasi agar pelayanan tetap terjaga,” ujar Suparjan, Senin (15/6/2026).

SPAM Kaliorang saat ini menjadi tulang punggung pelayanan air bersih bagi dua kecamatan. Hingga Agustus 2025, jumlah pelanggan di Kecamatan Kaliorang mencapai 2.321 sambungan rumah atau sekitar 11.605 jiwa.

BACA JUGA:

Cara PDAM Hadapi El Nino Ekstrem - ibukotakini.com

Gubernur Kaltim Usul Bentuk Perseroda Air Minum - ibukotakini.com

Sementara di Kecamatan Sangkulirang, sebanyak 1.375 sambungan rumah atau sekitar 6.875 jiwa telah menikmati layanan air bersih yang dipasok dari SPAM Kaliorang. Secara keseluruhan, sistem tersebut melayani sekitar 18.480 jiwa.

Keterbatasan air baku berasal dari dua sumber utama, yakni Mata Air PT GMP dan Mata Air PT Aphi-Aphi. Kedua sumber tersebut selama ini menjadi penopang utama operasional instalasi pengolahan air.

Tantangan pelayanan semakin besar karena jaringan distribusi menuju Sangkulirang memiliki panjang mencapai 21,6 kilometer dari Booster Kaliorang. Jarak distribusi yang cukup jauh membuat pengelolaan tekanan dan kontinuitas aliran air harus dilakukan secara lebih cermat.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Perumdam TTB bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyiapkan sejumlah langkah strategis. 

BACA JUGA:

Kerja Sama dengan Korea Pemprov Kaltim Bangun IPA Baru - ibukotakini.com

Dinas Pariwisata Kaltim Catat 1,1 Juta Kunjungan Wisatawan - ibukotakini.com

Upaya yang dilakukan meliputi peningkatan kapasitas bak penampung di sumber air baku, pengamanan kawasan mata air, hingga pemanfaatan embung yang telah dibangun di Desa Benua Baru Ulu dan Desa Benua Baru Ilir.

Selain itu, pengembangan sumber air baku baru juga menjadi opsi yang sedang dipersiapkan untuk menjamin ketersediaan air bersih dalam jangka panjang.

“Kami berupaya memaksimalkan seluruh potensi yang tersedia, mulai dari peningkatan kapasitas penampungan, pemanfaatan embung, hingga pengembangan sumber air baru agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” kata Suparjan.

Pemerintah daerah berharap penguatan pasokan air baku dapat segera direalisasikan agar layanan air bersih bagi warga Kaliorang dan Sangkulirang tetap terjaga, sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat di masa mendatang.***