
Pasokan Air Bersih Samarinda Masih Aman di Tengah Kemarau dan El Niño
- Sungai Mahakam Jadi Andalan Utama
Samarinda
IBUKOTAKINI.COM - Perumda Air Minum Tirta Kencana Kota Samarinda memastikan pasokan air bersih di Samarinda masih aman di tengah musim kemarau dan fenomena El Niño.
Sejumlah langkah mitigasi disiapkan untuk menjaga produksi sekaligus distribusi air kepada masyarakat.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Kencana Kota Samarinda Nor Wahid Hasyim mengatakan, pihaknya telah menyiapkan empat skenario untuk menghadapi kemungkinan penurunan kapasitas produksi air. Yakni Strategi Normal, Strategi Waspada, Strategi Siaga, dan Strategi Kritis.
"Untuk kondisi saat ini, posisi Kota Samarinda masih berada pada tingkat Strategi Normal," kata Nor Wahid dilansir dari akun resmi Pemprov Kaltim, pada Minggu, 6 September 2026.
BACA JUGA:
Menurut dia, Samarinda sempat memasuki fase Strategi Waspada sekitar lima hingga enam hari sebelum kegiatan tersebut.
"Kondisi itu dipengaruhi fenomena arus sorong yang terjadi bersamaan dengan tingginya pasang air laut saat fase bulan purnama,"imbuhnya.
Situasi tersebut sempat berdampak terhadap operasional dua instalasi dan menyebabkan kapasitas produksi turun sementara. Namun, kondisi tersebut dapat segera ditangani.
Dukungan curah hujan di wilayah hulu turut membantu menjaga kondisi sumber air baku sehingga operasional Perumda Tirta Kencana kembali berada dalam kondisi normal.
Sungai Mahakam Jadi Andalan Utama
Dari sisi sumber air baku, Sungai Mahakam masih menjadi tumpuan utama pasokan air bersih Samarinda. Lebih dari 80 persen kebutuhan air baku untuk pelayanan masyarakat berasal dari sungai tersebut.
Selain Sungai Mahakam, Perumda Tirta Kencana memanfaatkan sejumlah sumber air lainnya. Di antaranya Sungai Karang Mumus, Sungai Bengen, serta Bendungan atau Waduk Benanga.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/63-ribu-paket-seragam-sekolah-gratis-kaltim-disalurkan-bertahap
Nor Wahid menyebut kondisi seluruh sumber air baku tersebut hingga kini relatif aman. Sungai Karang Mumus, misalnya, dinilai memiliki kondisi yang lebih terjamin karena alirannya mengikuti pola pasang surut Sungai Mahakam.
Namun, perhatian lebih kini diarahkan ke Bendungan Benanga. Sebab, sumber air tersebut sangat bergantung pada curah hujan.
"Volume aliran masuk di waduk penampung air hujan ini mulai menurun. Ini menjadi salah satu titik pantau utama kami selama musim kemarau," jelasnya.
Meski musim kemarau dan El Niño berpotensi memengaruhi ketersediaan air, Perumda Tirta Kencana memastikan belum terjadi pengurangan kapasitas produksi secara masif.
Dampak kondisi cuaca sejauh ini lebih terasa pada kualitas air. Sekitar 4 persen wilayah pelayanan mengalami peningkatan kadar zat besi dan mangan.
Kondisi tersebut sempat memengaruhi kejernihan air yang diterima masyarakat. Namun, persoalan itu berhasil ditangani melalui penanganan khusus serta penambahan bahan kimia pengolah dengan takaran yang sesuai.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/titik-panas-di-kaltim-melonjak-capai-1-134-berau-terbanyak
Dengan kondisi sumber air baku yang masih relatif aman, Perumda Tirta Kencana tetap melakukan pemantauan secara berkala untuk mengantisipasi perubahan kondisi selama musim kemarau.
Warga Diminta Hemat Air
Di tengah potensi kemarau yang berlangsung cukup panjang, masyarakat Samarinda juga diminta ikut menjaga ketersediaan air dengan menggunakan air secara bijak.
Nor Wahid mengimbau masyarakat tidak menggunakan air secara berlebihan. Warga juga disarankan melakukan penampungan air secukupnya untuk mengantisipasi perubahan kondisi pasokan.
"Kami mengajak masyarakat untuk berhemat menggunakan air agar pasokan bisa merata untuk semua. Masyarakat juga diharapkan melakukan penampungan air secukupnya," imbaunya.
Perumda Air Minum Tirta Kencana menegaskan komitmennya untuk terus menjaga pelayanan dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Samarinda.
Selain upaya teknis, Nor Wahid mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar menghadapi musim kemarau dengan doa bersama agar hujan segera turun dan memberikan tambahan pasokan air bagi sumber-sumber air baku di Samarinda. ***
