Grand opening Platinum Convention Hall Balikpapan. Ruang pertemuan terbesar di Kalimantan yang bisa menjadi tempat konser musik.
Balikpapan

Pelaku Bisnis Tetap Ekspansif di Balikpapan

  • Dari Sektor Otomotif sampai Properti
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Di tengah tekanan ekonomi nasional, pelemahan sektor tambang, hingga fluktuasi nilai tukar rupiah, pelaku bisnis di Kota Balikpapan justru menunjukkan optimisme tinggi. 

Sejumlah investor kakap tetap melakukan ekspansi bisnis agresif sepanjang 2026, mulai dari sektor hospitality, otomotif, hingga properti komersial.

Fenomena ini mempertegas posisi Balikpapan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan sekaligus gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Optimisme dunia usaha terlihat dari langkah Platinum Hotel Indonesia yang terus memperluas investasi di Balikpapan.

BACA JUGA:

Otorita IKN: Pembangunan Nusantara Terus Berjalan, Tak Ada Kata Mangkrak - ibukotakini.com

MT Haryono Berpotensi Jadi Kawasan UMKM Balkpapan yang Ikonik - ibukotakini.com

Pada 20 Mei 2026, jaringan hotel milik Charles Bersaudara tersebut meresmikan Platinum Convention Hall, gedung pertemuan seluas 12.300 meter persegi yang disebut sebagai convention hall terbesar di Pulau Kalimantan.

Direktur Operasional Platinum, Soegianto, mengatakan ekspansi tersebut menjadi bukti keyakinan perusahaan terhadap masa depan ekonomi Balikpapan.

“Di tengah tantangan ekonomi global dan efisiensi industri, kami memilih tetap berinvestasi karena kami percaya pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti,” ujarnya.

Convention hall lima lantai itu dilengkapi area parkir luas, ballroom modern, LED video wall, VIP transit room, escalator, lift, hingga sistem pencahayaan modern untuk mendukung berbagai agenda MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).

BACA JUGA:

Ekonomi Kaltim Tumbuh Positif Berkat Hilirisasi dan UMKM - ibukotakini.com

Platinum Convention Hall Balikpapan Diresmikan, Bisa Tampung 3.000 Orang - ibukotakini.com

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, memuji keberanian investor membaca potensi Balikpapan sebelum pembangunan IKN berjalan penuh.

“Pintar beliau, buru-buru membangun ballroom di sini sebelum IKN jadi sepenuhnya,” kata Rahmad.

Menurutnya, investasi sektor hospitality dan convention hall akan menciptakan efek berganda bagi ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan usaha pendukung.

Ford Resmi Masuk Balikpapan, Sasar Sektor Tambang dan Energi

Optimisme terhadap ekonomi Balikpapan juga datang dari industri otomotif global. Produsen mobil asal Amerika Serikat, resmi membuka dealer pertamanya di Pulau Kalimantan melalui kerja sama dengan grup Kalla dan PT Intim Utama Mobil.

BACA JUGA:

Begini Cara Crazy Rich Balikpapan Rayakan Imlek 2026 - ibukotakini.com

Dealer Ford Balikpapan Diresmikan, Target 1 Outlet per Bulan di Indonesia - ibukotakini.com

Dealer yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan itu menjadi outlet Ford ke-36 di Indonesia sekaligus outlet keempat yang diresmikan sepanjang 2026.

Regional Director Ford RMA, Roelof Lamberts, mengatakan Balikpapan dipilih karena memiliki kekuatan ekonomi berbasis logistik, energi, pertambangan, perkebunan, dan infrastruktur.

“Balikpapan adalah kota dengan aktivitas logistik dan energi yang kuat. Kami percaya kota ini mampu menerima dan mendorong pertumbuhan bisnis Ford di Indonesia,” ujarnya.

Direktur Utama PT Intim Utama Mobil, Mohammad Zubair, menyebut kehadiran dealer Ford diperkirakan akan memberi kontribusi terhadap peningkatan pajak daerah dan pembukaan lapangan kerja baru.

49 Ruko Miliaran Rupiah di 88 Plaza Ludes Terjual

Sinyal optimisme bisnis juga terlihat di sektor properti komersial. Kawasan komersial baru 88 Plaza Balikpapan yang dikembangkan anak usaha Paradise Indonesia sukses mencatat penjualan penuh pada peluncuran perdana.

BACA JUGA:

Dealer Resmi Ford Balikpapan Pasarkan Everest dan Ranger - ibukotakini.com

88 Plaza Balikpapan Resmi Diluncurkan, 49 Unit Tahap Awal - ibukotakini.com

Sebanyak 49 unit ruko eksklusif yang dipasarkan langsung habis terpesan saat launching pada 8 Mei 2026.

Proyek seluas delapan hektar itu berada di kawasan strategis persimpangan Jalan Syarifuddin Yoes dan Jalan Ruhui Rahayu, hanya sekitar 10 menit dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.

Lokasinya juga berada di koridor akses tol baru 1B IKN–Balikpapan–Samarinda yang menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu penyangga utama IKN.

CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, mengatakan 88 Plaza Balikpapan dirancang sebagai kawasan mixed-use modern yang menggabungkan fungsi bisnis, gaya hidup, dan komunitas.

“Melalui 88 Plaza Balikpapan kami tidak sekadar membangun kawasan komersial, tetapi merancang ekosistem terintegrasi yang menggabungkan bisnis, gaya hidup, dan komunitas,” ujarnya.

BACA JUGA:

BI Balikpapan Pacu UMKM Lokal Masuk Pasar Ekspor Global - ibukotakini.com

Arus Ekspor sampai Manajemen Keuangan Eksporter Terdampak Langsung - ibukotakini.com

Kawasan tersebut mengusung konsep low-density development dengan kombinasi business hub, lifestyle hub, hotel bintang empat internasional, co-working space, hingga area publik ramah pejalan kaki.

Direktur PT Mitra Gemilang Mahacipta, Andri Hadi, menyebut kuatnya fundamental ekonomi Balikpapan menjadi alasan utama tingginya minat investor.

“Balikpapan memiliki fundamental ekonomi yang sangat kuat dengan PDRB per kapita di atas Rp233 juta pada tahun 2025 dan daya beli masyarakat yang tinggi,” katanya.

APINDO: Ekspansi Bisnis Jadi Sinyal Positif Ekonomi Balikpapan

Ketua DPP APINDO Kalimantan Timur, Abriantinus, menilai ekspansi sejumlah perusahaan besar menjadi katalis penting bagi optimisme ekonomi daerah.

Menurutnya, keberanian investor melakukan ekspansi di tengah ketidakpastian ekonomi menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap prospek Balikpapan dan Kalimantan Timur.

“Kita harus tetap optimistis, sambil terus berinovasi agar perekonomian tetap tumbuh,” ujarnya.

Dengan masuknya investasi baru di sektor hospitality, otomotif, hingga properti komersial, Balikpapan dinilai semakin memperkuat posisinya sebagai pusat bisnis dan gerbang ekonomi utama di Kalimantan.***