Warga menikmati makan malam di tengah pemadaman bergilir.
Balikpapan

Pemadaman Listrik Bergilir di Balikpapan Ancam Kelangsungan Usaha

  • Pemilik Warung Andalkan Penerangan Seadanya
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemadaman listrik secara bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Balikpapan, dalam beberapa hari terakhir mulai dikeluhkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Pantauan di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 3 pada Selasa malam memperlihatkan deretan warung dan tempat usaha terpaksa beroperasi dalam kondisi gelap gulita. 

Para pedagang hanya mengandalkan alat penerangan seadanya untuk tetap bisa berjualan.

Surti, salah seorang pemilik warung kelontong di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Km 3, mengungkapkan bahwa pemadaman listrik yang terjadi berulang kali ini membuat tempat usahanya sepi pembeli. 

BACA JUGA:

Ujian Warga Balikpapan: Air, Debu dan Listrik - ibukotakini.com

Kondisi warung yang gelap membuat masyarakat enggan mampir berbelanja.

"Kalau gelap begini, orang yang mau mampir beli jadi lewat saja karena dikira warungnya tutup. Jelas ini merugikan kami yang usahanya kecil-kecilan begini," ujar Surti, Selasa, 30 Juni 2026.

Selain penurunan omzet akibat sepinya pembeli, Surti juga mengkhawatirkan kerusakan pada kualitas bahan-bahan makanan dagangannya yang membutuhkan suhu dingin. 

Pemadaman yang berlangsung hingga berjam-jam membuat fungsi lemari pendingin atau kulkas di warungnya tidak maksimal.

BACA JUGA:

Gangguan Listrik di Balikpapan Selatan Malam Ini, PLN Percepat Pemulihan - ibukotakini.com

"Bahan makanan yang butuh kulkas dinginnya tidak masuk (maksimal) seperti kemarin-kemarin. Kami khawatir barang dagangan justru rusak kalau kondisi byar-pet ini terus berlanjut," tambahnya.

Kondisi gelap gulita ini juga berimbas pada keselamatan pengguna jalan, di mana jalur utama Kilometer 3 hingga Kilometer 4 hanya diterangi oleh sorot lampu kendaraan yang melintas.

Berdasarkan data sebaran di lapangan, pengaturan operasi kelistrikan oleh PLN dilakukan secara bertahap. Sejak pukul 15.00 hingga 18.00 WITA, pemadaman menyasar kawasan industri dan logistik seperti Akses TPK Pulau Balang, Kariangau, hingga Pelabuhan Ferry. 

BACA JUGA:

Pemerintah Amankan 141 Juta Ton Batubara untuk PLN, - ibukotakini.com

Memasuki pukul 18.00 hingga 21.00 WITA, pemadaman meluas ke kawasan padat penduduk termasuk Perumnas, LKMD, Jalan A.W. Syahrani, dan Kampung Baru Ujung.

Sementara itu, pihak PT PLN (Persero) ULP Balikpapan Utara, Rizka dalam keterangan resminya menyatakan bahwa pemadaman bergilir ini terpaksa dilakukan akibat adanya gangguan teknis pada komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang memicu penurunan pasokan daya sistem.

"Manajemen PLN menegaskan seluruh sumber daya saat ini telah dikerahkan ke lapangan untuk mempercepat proses perbaikan komponen PLTGU yang terganggu," ujarnya.

BACA JUGA:

Desa Tanjung Nanga Kini Berlistrik, Bupati Malinau Puji Dedikasi PLN - ibukotakini.com

PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan para pelanggan dan menyatakan bahwa jadwal operasional kelistrikan masih akan menyesuaikan ketersediaan neraca daya di lapangan.***