
Pembangunan RS dan Stunting Fokus Program Kesehatan 2027
- DKK Balikpapan mengajukan peningkatan dari yang sebelumnya Rp600 miliar menjadi Rp800 miliar pada 2027
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM – Pembangunan dan perbaikan fasilitas kesehatan masih menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Balikpapan pada tahun anggaran 2027 nanti.
Sejumlah proyek strategis terus dilanjutkan, di antaranya pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Barat yang telah berjalan sejak tahun-tahun sebelumnya, pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Timur, serta pembangunan Puskesmas Muara Rapak.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (Dinkes) Balikpapan, Alwiati, mengatakan selain pembangunan infrastruktur, Pemkot juga melanjutkan berbagai program kesehatan, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Program tersebut meliputi kepesertaan BPJS Kesehatan atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), upaya penurunan prevalensi stunting, serta penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC).
“Untuk kegiatan atau program promotif dan preventif tetap harus dilaksanakan,” ungkap Alwiati saat diwawancarai, Kamis (12/2/2026) di Hotel Grand Tjokro usai menghadiri Forum Perangkat Daerah dalam rangka Penyusunan Ranwal Renja Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Tahun 2027.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/taman-kampung-baru-ruang-hijau-baru-warga-balikpapan
Ia menjelaskan, melalui forum ini Dinkes Balikpapan juga menerima berbagai masukan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, salah satunya dalam pembinaan Sentra Tempe Tahu di kawasan Somber.
"Program ini direncanakan mulai dijalankan oleh Dinkes sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan masyarakat berbasis lingkungan dan pangan," jelasnya.
Menurut Alwiati, sebagian besar program kesehatan yang dijalankan pada 2027 merupakan kelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya, khususnya program nasional dan program daerah yang selama ini berdampak langsung bagi masyarakat.
Seiring dengan bertambahnya kebutuhan anggaran, Dinkes Balikpapan juga mengajukan peningkatan dari yang sebelumnya Rp600 miliar menjadi Rp800 miliar pada 2027 nantinya. Hal ini dikarenakan sekitar 50 persen dialokasikan untuk gaji tenaga kesehatan dan pegawai lainnya.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/puskesmas-sepinggan-baru-diresmikan-layanan-makin-dekat
Saat ini, terdapat sekitar 1.600 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkungan DKK, puskesmas, rumah sakit, dan unit pelaksana teknis (UPT) lainnya.
“Selain kebutuhan rutin, ada pembangunan rumah sakit. Pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Timur juga menggunakan skema kontrak multiyears, sehingga kembali dianggarkan pada 2027,” imbuh Alwiati.
Untuk program penurunan stunting, Dinkes Balikpapan menargetkan prevalensi stunting turun dari 24,8 persen pada 2026 menjadi 19 persen pada 2027 sesuai Peraturan Wali Kota.
"Sementara itu, capaian penanggulangan TBC saat ini berada di angka 80 persen, dengan target pelayanan 100 persen sesuai standar yang ditetapkan," pungkasnya. ***
