Kepala Kantor Kementerian Haji Balikpapan, Suharto Baijuri mengatakan, dari total 675 calon jemaah haji yang akan diberangkatkan tahun ini, seorang jemaah berusia 18 tahun tercatat sebagai yang termuda
Balikpapan

Pemberangkatan Haji 2026 Balikpapan: Termuda 18, Tertua 80 Tahun

  • 675 calon jemaah haji yang akan diberangkatkan tahun ini dari Kota Balikpapan
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Musim haji 2026 menghadirkan cerita tersendiri bagi Kota Balikpapan. 

Kepala Kantor Kementerian Haji Balikpapan, Suharto Baijuri mengatakan, dari total 675 calon jemaah haji yang akan diberangkatkan tahun ini, seorang jemaah berusia 18 tahun tercatat sebagai yang termuda.

“Jemaah termuda kita tahun ini berusia 18 tahun. Ini menunjukkan bahwa semangat untuk menunaikan ibadah haji juga dimiliki generasi muda,” ungkapnya, Jumat 24 April 2026.

Tak hanya itu, keberangkatan jemaah haji Balikpapan tahun ini juga diwarnai kehadiran jemaah lanjut usia. 

Tercatat, dua jemaah perempuan berusia 80 tahun menjadi yang tertua. Sementara untuk jemaah laki-laki, usia tertua mencapai 79 tahun dengan jumlah dua orang.

“Kita berharap seluruhnya tetap sehat dan fit hingga berangkat ke Tanah Suci,” katanya.

BACA JUGA:

Internet Haji 2026 Makin Mudah, Tri Ibadah Temani Jamaah Tetap Terhubung - ibukotakini.com

Secara keseluruhan, Balikpapan akan memberangkatkan 675 jemaah haji melalui Embarkasi Balikpapan. Jumlah tersebut terdiri atas 293 jemaah laki-laki dan 382 jemaah perempuan.

Ratusan jemaah itu akan diberangkatkan dalam empat kelompok terbang (kloter). 

Seluruh dokumen administrasi, termasuk manifes keberangkatan, telah rampung diproses.

Meski demikian, empat calon jemaah terpaksa menunda keberangkatan tahun ini karena alasan kesehatan. 

Mereka terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan yang dinyatakan belum memenuhi syarat istitaah.

BACA JUGA:

Pertamina Aktifkan Satgas Haji 2026, Avtur Kalimantan Siap - ibukotakini.com

“Kalau kondisi kesehatan belum memungkinkan, tentu keberangkatannya harus ditunda. Ini demi keselamatan jemaah itu sendiri,” jelas Suharto.

Ia menyebut, pemeriksaan kesehatan akan kembali dilakukan saat jemaah memasuki asrama haji. 

Jika ditemukan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, keberangkatan juga dapat ditunda.

Selain itu, para jemaah juga diimbau menjaga kondisi fisik, membawa barang secukupnya, serta memahami penggunaan perangkat digital selama berada di Tanah Suci.

“Tujuan utama kita adalah beribadah, bukan membawa barang berlebihan. Yang terpenting adalah kesiapan fisik, mental, dan pemahaman ibadah,” pungkasnya. ***