18 SPKLU PLN Berhasil Layani 340 Transaksi Pengisian Mobil Listrik Selama HUT RI di IKN.
Balikpapan

Pembiayaan Mobil Listrik di Balikpapan Melonjak 108 Persen

  • CNAF: Minat EV Terus Meningkat
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM – Tren penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Kota Balikpapan terus menunjukkan pertumbuhan positif. 

Hal itu tercermin dari meningkatnya pengajuan pembiayaan mobil listrik melalui PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF), yang melonjak hingga 108 persen dibandingkan pembiayaan kendaraan berbahan bakar minyak (Internal Combustion Engine/ICE).

Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman, mengatakan peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa masyarakat Balikpapan semakin menerima dan memahami manfaat kendaraan listrik.

"Dukungan pembiayaan mobil listrik di Balikpapan ini naik 108 persen dibandingkan kendaraan ICE. Jadi kalau kita lihat hal ini terjadi karena secara umum pengenalan terhadap kendaraan listrik di Balikpapan cukup lumayan baik," ujar Ristiawan, Jumat (24/7/2026).

Minat Mobil Listrik Meluas hingga Bisnis Rental

Menurut Ristiawan, penggunaan kendaraan listrik di Balikpapan kini tidak lagi terbatas untuk kebutuhan pribadi. Pelaku usaha, khususnya bisnis penyewaan kendaraan, mulai melihat EV sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.

Ia mengungkapkan, berdasarkan diskusinya dengan salah satu pengusaha rental mobil di Balikpapan, tarif sewa mobil listrik bahkan lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional berbahan bakar minyak.

"Semalam saya diskusi dengan salah satu pengusaha rental. Ternyata rental mobil listrik di Balikpapan harganya lebih mahal dibandingkan dengan ICE," katanya.

Meski tarif sewanya lebih tinggi, permintaan dari konsumen terhadap kendaraan listrik terus meningkat. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa pasar EV di Balikpapan mulai berkembang.

CNAF Tawarkan Bunga Ringan untuk Pembiayaan EV

Untuk mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan, CNAF menawarkan bunga kompetitif bagi pembiayaan mobil listrik.

Pada tahun lalu, perusahaan memberikan suku bunga mulai 2,78 persen hingga 3 persen per tahun untuk tenor pembiayaan selama tiga tahun.

Ristiawan menjelaskan, bunga rendah tersebut dapat diberikan karena profil risiko pembiayaan kendaraan listrik dinilai tetap terjaga.

Selain menawarkan bunga kompetitif, CNAF juga menyederhanakan proses pengajuan kredit melalui strategi "Simpler, Better, Faster".

"Konsumen cukup menyiapkan KTP dan NPWP. Tidak perlu lagi rekening listrik, rekening koran, dan dokumen pendukung lainnya," jelasnya.

Pembiayaan EV Jadi Bagian Strategi Bisnis Berkelanjutan

Ristiawan menegaskan, pembiayaan kendaraan listrik merupakan bagian dari implementasi sustainability business atau bisnis berkelanjutan yang dijalankan CIMB Niaga melalui CNAF.

Komitmen tersebut sejalan dengan strategi induk perusahaan. Presiden Direktur sekaligus CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengungkapkan pembiayaan berkelanjutan CIMB Niaga telah mencapai Rp60,2 triliun, atau hampir 26 persen dari total outstanding pembiayaan Perseroan.

Pembiayaan tersebut mencakup dukungan terhadap sektor energi terbarukan, kendaraan ramah lingkungan, hingga pembiayaan UMKM yang mencapai Rp25,7 triliun.

"Sebagai bagian dari komitmen tersebut, kami juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui pemberdayaan UMKM. Sejak 2022, kami telah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada 979 pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia Timur, termasuk Samarinda dan Balikpapan, serta membuka akses permodalan bagi sekitar 150 UMKM," ujar Lani.

Balikpapan Dinilai Siap Menjadi Pasar Kendaraan Listrik

Pertumbuhan pembiayaan mobil listrik hingga tiga digit menunjukkan Balikpapan menjadi salah satu pasar potensial bagi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Kalimantan Timur. 

Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap transportasi rendah emisi, didukung kemudahan akses pembiayaan dan berkembangnya sektor usaha seperti rental mobil listrik, diperkirakan akan terus mendorong permintaan EV dalam beberapa tahun ke depan.***