Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan akan menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Ekbis

Pemerintah Lelang Sukuk Negara Rp10 Triliun, Ada Green Sukuk PBSG002 dan PBS038

  • Imbalan Hingga 6,875 Persen
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan akan menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Lelang tersebut dilakukan untuk memenuhi sebagian target pembiayaan dalam APBN 2026. Pemerintah menetapkan target indikatif lelang sebesar Rp10 triliun, dengan jumlah maksimal yang dapat dimenangkan mencapai 200% dari target indikatif atau Rp20 triliun.

Dalam lelang kali ini, pemerintah menawarkan delapan seri SBSN, yakni SPNS08092026, SPNS03022027, SPNS12042027, PBS030, PBS040, PBSG002, PBS034, dan PBS038. Seluruh seri yang ditawarkan merupakan reopening.

Green Sukuk PBSG002 Kembali Ditawarkan

Salah satu instrumen yang menarik perhatian adalah PBSG002, seri Green Sukuk yang kembali ditawarkan melalui lelang di pasar perdana domestik.

Penerbitan PBSG002 melengkapi program penerbitan Green Sukuk pemerintah yang sebelumnya telah dilakukan sebanyak 8 kali di pasar global sejak 2018 dan 12 kali di pasar domestik melalui Green Sukuk Ritel sejak 2019.

PBSG002 juga dapat digunakan untuk mendukung program Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah.

Daftar Seri dan Imbalan Sukuk Negara

Berikut seri SBSN yang akan ditawarkan dalam lelang 11 Agustus 2026:

SeriJatuh TempoImbalan
SPNS080920268 September 2026Diskonto
SPNS030220273 Februari 2027Diskonto
SPNS1204202712 April 2027Diskonto
PBS03015 Juli 20285,87500%
PBS04015 November 20305,00000%
PBSG00215 Oktober 20335,62500%
PBS03415 Juni 20396,50000%
PBS03815 Desember 20496,87500%

Data tersebut merupakan ketentuan yang ditetapkan pemerintah untuk lelang SBSN kali ini.

Lelang Dibuka 11 Agustus, Setelmen 13 Agustus

Lelang SBSN akan dibuka pada Selasa, 11 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB. Hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama.

Sementara itu, tanggal setelmen ditetapkan pada 13 Agustus 2026, atau dua hari kerja setelah pelaksanaan lelang (T+2).

Lelang menggunakan sistem yang diselenggarakan Bank Indonesia sebagai Agen Lelang SBSN. Mekanisme yang digunakan adalah open auction dengan metode harga beragam (multiple price).

Pada prinsipnya, investor individu maupun institusi dapat menyampaikan penawaran pembelian. Namun, penyampaian bids harus dilakukan melalui Dealer Utama yang telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Untuk penawaran kompetitif, pemenang lelang akan membayar sesuai yield yang diajukan. Sementara penawaran nonkompetitif akan menggunakan yield rata-rata tertimbang dari penawaran kompetitif yang dinyatakan menang.

Pemerintah juga memiliki hak untuk menjual seri-seri SBSN dengan jumlah lebih besar maupun lebih kecil dari target indikatif yang telah ditentukan.

Target Pembiayaan Rp10 Triliun

Dalam lelang tersebut, alokasi pembelian nonkompetitif ditetapkan maksimal 99% dari jumlah yang dimenangkan, sedangkan alokasi pembelian nonkompetitif maksimal 30% dari jumlah yang dimenangkan sesuai ketentuan yang tercantum dalam dokumen lelang. Target indikatif ditetapkan sebesar Rp10 triliun dengan maksimal jumlah dimenangkan sebesar 200% dari target indikatif.

Adapun peserta lelang terdiri atas Dealer Utama SBSN, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Bank Indonesia.***