Pemerintah dorong pemerataan investasi data center ke Indonesia Timur untuk sokong AI. (Foto: Ilustrasi Bdx)
Tekno

Pemerintah Siapkan Indonesia Timur Jadi 'Rumah Baru' Data Center & AI

  • Perpres Baru dan Jalur Internet Cadangan
Tekno
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – Investasi pusat data (data center) di Indonesia nggak bakal melulu numpuk di Jawa dan Batam lagi. 

Pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) mulai pasang kuda-kuda buat melebarkan pembangunan infrastruktur digital ini ke wilayah Indonesia bagian timur.

Langkah ini diambil buat memastikan pemerataan investasi sekaligus menyiapkan Indonesia menyambut era Artificial Intelligence (AI) dan ekonomi digital hingga 2030.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemenkomdigi, Wayan Toni Supriyanto, menegaskan kalau proyek ini butuh perencanaan matang. Mulai dari kesiapan pasar, listrik, hingga konektivitas internasional.

BACA JUGA:

IDCloudHost Dorong Digitalisasi Pendidikan Lewat Pelatihan Cloud di Pemalang - ibukotakini.com

"Kami perlu memprioritaskan kawasan tertentu sesuai kebutuhan pemerintah, industri, pendidikan, dan layanan publik. Ketersediaan energi dan lokasi itu kunci," kata Wayan dalam Bali Tech Week 2026 di Denpasar, baru-baru ini.

Perpres Baru dan Jalur Internet Cadangan

Biar investor nggak ragu, pemerintah sedang meracik rancangan Peraturan Presiden (Perpres) soal kabel bawah laut dan data center. Saat ini, aturan tersebut sudah masuk tahap konsultasi publik.

Tak cuma itu, masalah perizinan juga bakal dipangkas biar lebih cepat dan fleksibel.

Pemerintah juga menjamin data center di luar Jawa nggak bakal terisolasi. Jaringan internet cadangan ke pusat konektivitas nasional maupun internasional sudah disiapkan. Jadi, kalau ada gangguan di satu jalur, layanan digital bakal tetap aman dan stabil.

BACA JUGA:

Sahamnya Loncat Hampir 60%, Dirut SEMA Ogah Ungkap Pemberi Kontrak Data Center - ibukotakini.com

Sulawesi dan Kupang Masuk Radar

Wayan membocorkan, beberapa wilayah di Indonesia bagian timur punya potensi besar untuk dilirik investor.

"Sejumlah kawasan di luar Jawa, termasuk Sulawesi dan Kupang, bisa jadi pertimbangan sesuai potensi pasarnya," tambahnya.

Meski begitu, ia menekankan kalau ekosistemnya harus siap dulu. Membangun data center—terutama untuk menopang AI—butuh daya listrik raksasa, pasokan air untuk pendingin mesin, serta jaringan internet berkapasitas ekstra besar (high capacity).

Untuk mewujudkan hal ini, pemerintah pusat siap menggandeng Pemda, PLN, operator telekomunikasi, hingga investor swasta biar kepastian lahan dan biaya bisa lebih jelas.***

BACA JUGA:

PGEO Percepat Proyek Panas Bumi, Sumur Kedua PLTP Lumut Balai Unit 3 Mulai Dibor - ibukotakini.com