
Pemilik Heliport Balikpapan Borong 60 Mobil Terbang eVTOL dari China
- Siap Bangun Era Transportasi Udara Baru di Indonesia
Tekno
IBUKOTAKINI.COM – Perusahaan penerbangan Whitesky Group, pemilik heliport di Balikpapan, mengambil langkah besar dalam pengembangan transportasi udara masa depan. Perusahaan tersebut resmi menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk pengadaan 60 unit pesawat listrik lepas landas dan mendarat vertikal (electric Vertical Take-off and Landing/eVTOL) dari Volant Aviation Shanghai, China.
Kesepakatan yang diteken pada 23 Juli 2026 itu diumumkan dalam forum internasional APAC and Middle East Advanced Air Mobility di Shanghai. Langkah tersebut menjadi tonggak penting bagi Whitesky Group dalam mengembangkan ekosistem Advanced Air Mobility (AAM) di Indonesia.
Founder Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari visi perusahaan menghadirkan moda transportasi udara generasi baru yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan mampu menjangkau wilayah yang sulit diakses.
"Whitesky Group telah menandatangani kontrak LOI dengan Shanghai Volant Aerotech untuk pengadaan 60 eVTOL. Kontrak ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Whitesky sebagai salah satu pelopor Mobilitas Udara Lanjutan di Indonesia," ujar Denon melalui kanal sosial medianya.
Apa Itu eVTOL?
eVTOL merupakan kendaraan udara bertenaga listrik yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal, menyerupai helikopter. Bedanya, teknologi ini menggunakan motor listrik dan baterai, sehingga menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan helikopter konvensional.
Teknologi tersebut diproyeksikan menjadi masa depan transportasi udara perkotaan karena mampu mengurangi waktu perjalanan dan menghubungkan berbagai lokasi tanpa memerlukan landasan pacu yang panjang.

Bagi Indonesia yang memiliki ribuan pulau, eVTOL dinilai memiliki potensi besar untuk menghubungkan kota-kota, bandara, kawasan industri, destinasi wisata hingga wilayah kepulauan dengan waktu tempuh yang lebih singkat.
Heliport Balikpapan Berpotensi Jadi Basis Mobil Terbang
Keberadaan heliport Whitesky di Balikpapan dinilai menjadi salah satu aset strategis dalam pengembangan layanan eVTOL di Indonesia.
Selain mengoperasikan heliport pertama di Indonesia sekaligus yang terbesar di Asia Tenggara di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Whitesky juga telah mengembangkan fasilitas heliport di Balikpapan. Perusahaan bahkan berencana memperluas jaringan heliport ke Kendari dan Sumatera dalam lima tahun ke depan.
Dengan infrastruktur tersebut, Balikpapan berpotensi menjadi salah satu kota yang mendukung implementasi layanan mobil terbang komersial di masa mendatang, terutama sebagai gerbang menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pusat industri di Kalimantan Timur.
Kolaborasi dengan Jepang
Selain menggandeng Volant Aviation dari China, Whitesky Indonesia juga menjalin kolaborasi dengan perusahaan Jepang, SkyDrive, dalam pengembangan teknologi eVTOL.
Menurut Denon, kendaraan udara listrik tersebut diproyeksikan menjadi generasi penerus helikopter.
"Whitesky Indonesia berkolaborasi dengan SkyDrive Jepang. eVTOL (Electric Vertical Take Off Landing) sebentar lagi akan hadir sebagai next generation-nya helikopter," katanya.

Namun, ia menegaskan bahwa operasional eVTOL di Indonesia masih menunggu proses sertifikasi dari regulator penerbangan nasional maupun internasional.
"Semoga teknologi berbasis digital dan baterai ini bisa segera mendapat sertifikasi untuk beroperasi sesuai prosedur keselamatan yang dipersyaratkan oleh pemerintah Indonesia dan internasional," ujarnya.
Dari Borong 30 Helikopter hingga Pelopor Mobilitas Udara
Whitesky Aviation dikenal sebagai salah satu pionir bisnis transportasi udara di Indonesia.
Perusahaan ini pernah mengambil langkah berani dengan membeli 30 unit helikopter sekaligus, yang kemudian menjadi fondasi pengembangan bisnis heliport dan layanan penerbangan.
Selain membangun jaringan heliport, Whitesky juga berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia dengan merekrut dan mendidik pilot secara mandiri sejak 2016. Hingga kini perusahaan telah mencetak sekitar 10 hingga 12 pilot melalui program internal, mulai dari lulusan sekolah penerbangan Curug hingga menjadi kapten penerbang.
Langkah pembelian 60 unit eVTOL tersebut memperkuat posisi Whitesky sebagai salah satu perusahaan nasional yang bersiap menyambut era Advanced Air Mobility, sekaligus membuka peluang hadirnya moda transportasi udara listrik di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.***
