Pemkab Kutim segera membangun Sekolah Rakyat. Lokasi sudah diputuskan. (Foto: Ilustras)
Kutai Timur

Pemkab Kutim Tetapkan Jalan Simono sebagai Lokasi Sekolah Rakyat

  • Tunggu Rekomendasi Teknis PUPR
Kutai Timur
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) resmi menetapkan lahan di Jalan Simono sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, program sosial-pendidikan yang digagas bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk masyarakat rentan.

Penetapan lokasi ini menjadi babak penting dalam realisasi program Sekolah Rakyat di Kutim, yang sejak Maret 2025 telah mendapat mandat langsung dari Kemensos. 

Hingga Kamis (7/5/2026), tahapan proyek telah memasuki proses penentuan lahan dan kajian teknis pembangunan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kutim, Ernata Hadi Sujito, menjelaskan, program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kebijakan strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan yatim piatu.

BACA JUGA:

Terkendala Lahan, Sekolah Rakyat di Balikpapan Dibangun 2027 - ibukotakini.com

“Seluruh tahapan administratif dan penyiapan lokasi sudah rampung. Kami sudah bersurat ke Kementerian Sosial dan telah ditinjau langsung oleh PUPR. Sekarang, kami menunggu rekomendasi teknis untuk memulai pembangunan fisik,” ujar Ernata dalam pernyataan resmi.

Jalan Simono Dipilih Setelah Kajian Mendalam

Sebelumnya, terdapat dua lokasi yang menjadi kandidat kuat pembangunan Sekolah Rakyat, yakni kawasan di Jalan Guru Besar dan Jalan Simono. 

Namun, setelah melalui pertimbangan aksesibilitas, kelayakan lingkungan, serta proyeksi pengembangan wilayah, Pemkab Kutim menetapkan Jalan Simono sebagai lokasi final.

Menurut Ernata, keputusan tersebut diambil melalui koordinasi lintas perangkat daerah. Mengingat kompleksitas proyek, pembangunan Sekolah Rakyat tidak dilakukan secara sektoral.

BACA JUGA:

Prabowo Pasang Badan untuk Satgas PKH: Mengancam Presiden! - ibukotakini.com

Tim terpadu telah dibentuk dengan melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Badan Pertanahan, BPKAD, serta Dinas Sosial sebagai leading sector.

“Kami bergerak cepat merumuskan langkah-langkah strategis. Fokus utama pada tahap awal adalah memastikan lahan yang representatif dan sah secara hukum untuk didirikannya bangunan sekolah,” tegasnya.

Tim PUPR Kaltim Sudah Tinjau Lokasi

Kepastian lokasi di Jalan Simono mendorong koordinasi ke tingkat pusat. Tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) perwakilan Kalimantan Timur telah turun langsung melakukan peninjauan lapangan.

Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan kajian teknis, sekaligus memastikan desain dan konstruksi Sekolah Rakyat nantinya sesuai dengan standar nasional.

BACA JUGA:

Menyatukan Masyarakat Dayak Berlandaskan Spirit Rumah Panjang - ibukotakini.com

Saat ini, Pemkab Kutim masih menunggu hasil rekomendasi teknis dari tim PUPR sebagai dasar dimulainya pembangunan fisik.

Sekolah Rakyat dirancang lebih dari sekadar lembaga pendidikan formal. Program ini akan dilengkapi fasilitas asrama dan sistem pengasuhan terpadu, sehingga anak-anak dari keluarga tidak mampu maupun yatim piatu tidak hanya memperoleh pendidikan, tetapi juga jaminan konsumsi serta tempat tinggal yang layak.

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kutim diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengatasi ketimpangan akses pendidikan di daerah. ***