Pemkab PPU Evaluasi Layanan RSUD RAPB
Penajam

Pemkab PPU Evaluasi Layanan RSUD RAPB

  • Tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan rasa nyaman kepada pasien maupun keluarga pasien
Penajam
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong peningkatan standar pelayanan dasar serta penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) di RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB). 

Langkah tersebut dilakukan melalui rapat evaluasi yang melibatkan manajemen rumah sakit, Dinas Kesehatan, serta tenaga medis.

Waris mengatakan rapat evaluasi tersebut digelar sebagai tindak lanjut atas pemberitaan yang beredar di media sosial terkait pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta layanan kesehatan dasar di rumah sakit rujukan masyarakat PPU tersebut.

Di mana seluruh jajaran manajemen rumah sakit, termasuk tenaga medis seperti dokter dan perawat, harus memastikan pelayanan kesehatan berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

“Pelayanan rumah sakit merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat. Tentunya kita semua berupaya memberikan pelayanan terbaik sesuai prosedur kepada masyarakat maupun pasien yang berobat,” ungkap Waris dalam Rapat evaluasi pelayanan kesehatan di RSUD RAPB pada Senin (9/3/2026)

Ia mengatakan pentingnya pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis, terutama dalam penanganan pasien di IGD. 

BACA JUGA:

PPU–Paser Terhubung, Jalan Nasional 90% Makin Mulus - ibukotakini.com

Tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan rasa nyaman kepada pasien maupun keluarga pasien.

“Pasien yang datang tentu berharap dilayani dengan baik. Para tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit memiliki SOP yang harus benar-benar menjadi pedoman agar tugas dan fungsi rumah sakit berjalan sesuai harapan bersama,” katanya.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah PPU Tohar yang juga merupakan bagian dari Dewan Pengawas RSUD RAPB mengingatkan seluruh jajaran rumah sakit untuk menjalankan tugas dan fungsi sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan secara maksimal.

“Menjadi pelayan publik tentu tidak mudah. Namun itu bukan berarti kita tidak bisa menjalankan peran dengan baik. Pedoman kita jelas, yaitu SOP, baik dalam penanganan kedaruratan pasien maupun pelayanan medis lainnya,” ujar Tohar.

Ia menambahkan, berbagai upaya peningkatan pelayanan telah dilakukan, namun sejumlah hal yang menjadi sorotan masyarakat perlu dijadikan bahan evaluasi bersama.

BACA JUGA:

Inflasi PPU Naik, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama - ibukotakini.com

Di era keterbukaan informasi saat ini, institusi pelayanan publik harus siap menerima kritik dan saran dari masyarakat sebagai bagian dari proses perbaikan layanan.

“Saat ini sebagai pelayan publik kita harus siap menerima kritik dan saran. Hal tersebut menjadi bagian dari evaluasi agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat terus diperbaiki,” imbuhnya.

Selain peningkatan pelayanan medis, Tohar menambahkan pentingnya komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dengan pasien maupun keluarga pasien. 

Penyampaian informasi yang jelas mengenai kondisi medis dan tindak lanjut penanganan dinilai penting untuk menghindari kesalahpahaman.

“Sampaikan informasi layanan kesehatan dengan jelas, baik terkait kondisi pasien maupun langkah penanganannya. Dengan komunikasi yang baik, masyarakat dapat memahami proses pelayanan yang mengacu pada SOP yang telah ditetapkan,” tutupnya. ***