Jajaran pejabat Pemkab PPU bersama instansi terkait turun langsung melakukan peninjauan ke lokasi Embung Lawe-lawe dan kawasan Buluminung, Kecamatan Penajam, Senin (2/11/2026).
Penajam

Pemkab PPU Siapkan Mitigasi Krisis Air Bersih

  • Dorong Pengerukan Embung Lawe-lawe hingga Buluminung
Penajam
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bergerak cepat mengambil langkah strategis guna mengantisipasi potensi krisis air bersih jangka panjang. 

Jajaran pejabat Pemkab PPU bersama instansi terkait turun langsung melakukan peninjauan ke lokasi Embung Lawe-lawe dan kawasan Buluminung, Kecamatan Penajam, Senin (2/11/2026).

Peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat bersama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan. 

Turut hadir Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT), perwakilan DPRD Fraksi Demokrat, Sekretaris dan Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR, perwakilan Pertamina, serta unsur media.

Langkah mitigasi ini dinilai mendesak menyusul mulai menipisnya pasokan air bersih bagi masyarakat di beberapa wilayah layanan PDAM. Berdasarkan proyeksi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), PPU memang diprediksi mengalami curah hujan tinggi pada November 2026 hingga Februari 2027. 

Namun, setelah periode tersebut, PPU dibayang-bayangi ancaman musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung dari Maret 2027 hingga 2028 akibat fenomena cuaca ekstrem "El Nino Godzilla".

BACA JUGA:

BPBD PPU Data Kebutuhan Material Rumah Warga Terdampak Puting Beliung - ibukotakini.com

Direktur Perumda AMDT, Abdul Rasyid, menjelaskan bahwa Embung Lawe-lawe disiapkan sebagai cadangan air strategis bagi masyarakat untuk beberapa bulan ke depan. Embung ini memiliki kedalaman 4 meter dengan luas sekitar 17 hektar.

Dalam percepatan pengerjaannya, Pertamina memberikan komitmen penuh melalui dukungan anggaran dan pasokan bahan bakar alat berat. Perwakilan Pertamina, Simon Siregar, menyatakan bahwa Pertamina KPB, PHKT, dan RU V Balikpapan memberikan dukungan penuh demi kemaslahatan masyarakat PPU.

"Anggaran sekitar Rp350 juta telah siap disalurkan melalui mekanisme khusus untuk membantu pemenuhan bahan bakar alat berat. Proses pengerukan permukaan tanah (cut field) ditargetkan maksimal bulan ini agar tampungan air dapat berfungsi secara optimal saat puncak musim hujan," ujar Simon.

Dukungan serupa ditegaskan oleh perwakilan Dinas PUPR PPU, Muhammad Ali Mustofa, yang menyatakan kesiapan instansinya mengerahkan alat berat serta tenaga kerja dari bidang Cipta Karya dan Pengairan guna mengawal pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Pemkab PPU turut menyiapkan opsi alternatif berupa pemanfaatan embung eksisting di Buluminung. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/ingatkan-skpd-sekda-ppu-minta-penyerapan-apbd-perubahan-2026-tepat-target

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Nicko Herlambang, mengungkapkan bahwa embung tersebut memiliki potensi cadangan air yang sangat besar.

"Embung Buluminung memiliki kedalaman 20 hingga 22 meter dengan total cadangan air mencapai 2 juta hingga 2,5 juta kubik," ungkap Nicko.

Kendati memiliki tantangan teknis berupa tingkat keasaman air (pH 3,4), pemerintah daerah telah menyiapkan solusi rekayasa teknik, seperti penerapan sistem pemompaan (pumping) dan pengolahan awal menggunakan Calcium Oxide (CAO). 

Langkah ini diharapkan mampu mengalirkan kapasitas 50 liter per detik guna mencukupi kebutuhan air warga selama 6 hingga 8 bulan ke depan.

Sebagai penutup rangkaian agenda, tim gabungan langsung bergerak melanjutkan pengecekan ke lapangan guna memantau kondisi riil Embung Buluminung demi memastikan percepatan solusi ketersediaan air bersih bagi seluruh masyarakat Penajam Paser Utara berjalan optimal. (Adv-Diskominfo PPU)