Pemkot Balikpapan Kejar 80 Rumah BSPS Rampung Oktober 2026
Balikpapan

Pemkot Balikpapan Kejar 80 Rumah BSPS Rampung Oktober 2026

  • Tahun 2026, terdapat 100 unit rumah yang mendapatkan bantuan BSPS
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan seluruh pembangunan rumah melalui program Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026 rampung pada Oktober mendatang. 

Hal itu menjadi salah satu perhatian Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah rumah penerima bantuan, Kamis (20/8/2026) di Selili, Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur.

Bagus mengatakan, peninjauan dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan sekaligus memastikan bantuan yang diberikan pemerintah dapat menghasilkan hunian yang layak bagi masyarakat.

"Hari ini kita mengawasi, melihat progres dari tiga unit BSPS. Jadi stimulus dari pemerintah daerah melalui arahan dari pemerintah pusat, kemudian swadaya dari pemilik masyarakat yang mendapatkan bantuan. Jadi ini ada kolaborasi antara pemerintah dengan warga yang mendapatkan bantuan," kata Bagus.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/wawali-balikpapan-sidak-bedah-rumah-100-warga-terima-bsps-tahun-ini

Ia menjelaskan, pada 2026 terdapat 100 unit rumah yang mendapatkan bantuan BSPS. Sebanyak 20 unit telah diberikan dalam momentum Hari Bhayangkara beberapa waktu lalu, sementara 80 unit lainnya saat ini dalam proses pengerjaan.

Dari 80 unit tersebut, sebanyak 55 unit telah mulai dikerjakan. Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan dapat diselesaikan pada Oktober 2026.

Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp30 juta. Anggaran tersebut terdiri dari Rp27 juta untuk material dan Rp3 juta untuk upah yang diberikan kepada pemilik rumah agar dapat terlibat langsung dalam proses pembangunan.

"Sehingga ada sisi manfaat, ada bantuan rumah, ada bantuan untuk tenaga juga," sebutnya.

Dari hasil sidak terhadap tiga rumah penerima bantuan, Bagus menilai masih diperlukan keseragaman dalam hasil pembangunan. Menurutnya, keterbatasan kemampuan swadaya masing-masing penerima dapat menyebabkan hasil renovasi antar-rumah berbeda.

Karena itu, ia berharap pembangunan tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik, tetapi juga memenuhi standar rumah sehat.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/pkk-balikpapan-berkebaya-semarakkan-hut-ri

Bagus mencontohkan rumah yang memiliki plafon, jendela, pintu, pencahayaan yang cukup serta sirkulasi udara yang baik. Aspek tersebut dinilai penting karena tujuan program bukan sekadar membuat rumah berdiri kembali, tetapi memastikan masyarakat memperoleh tempat tinggal yang sehat.

"Kalau seperti yang kedua tadi bagus, ada plafon, kemudian ada jendela, ada pintu, ada pencahayaan yang bagus, ada sirkulasi udara yang bagus. Sehingga bantuan BSPS ini juga mengacu pada rumah sehat, sehingga orang yang menghuninya juga ikut sehat," jelasnya.

Pemkot Balikpapan juga berencana memperluas cakupan bantuan tersebut pada tahun berikutnya. Untuk 2027, pemerintah telah mengusulkan bantuan BSPS bagi 250 unit rumah.

Bagus berharap dukungan anggaran pemerintah dapat semakin maksimal sehingga jumlah masyarakat yang memperoleh manfaat program peningkatan kualitas hunian dapat terus bertambah.

"Tahun 2027 sudah kita usulkan 250. Mudah-mudahan setiap tahun akan bertambah," tandasnya.

Ia juga berharap transfer ke daerah dapat lebih maksimal serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balikpapan meningkat. 

“Maka pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk menjalankan berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” imbuhnya. ***