
Pemkot Balikpapan Siap Uji Coba Perlinsos–IKD
- Penyaluran Bansos Bakal Lebih Tepat Sasaran
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah pusat mulai menguji coba Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang terintegrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Kota Balikpapan menjadi salah satu dari 11 daerah di Indonesia yang akan mengikuti sosialisasi serentak pada 20 November 2025.
Kepala Disdukcapil Balikpapan, Tirta Dewi, memastikan persiapan teknis telah dilakukan agar pelaksanaan sosialisasi berjalan lancar. Dua pejabat Kemendagri Direktur Integrasi Data Kependudukan Daerah (IDKD) dan Direktur Pendaftaran Penduduk akan hadir langsung memberikan penjelasan.
Menurut Tirta, Disdukcapil berkoordinasi intensif dengan Dinas Sosial karena data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) kini telah berada di daerah. Proses pendataan tidak lagi dimulai dari nol.
“Kami diminta memastikan ketersediaan data PKH, khususnya desil 1 dan desil 2 sebagai kelompok sasaran utama. Diskominfo kami libatkan untuk memastikan kesiapan jaringan,” ungkapnya, Rabu (19/11/2025).
Koordinasi juga dilakukan hingga ke tingkat kelurahan, termasuk persiapan teknis pendaftaran dan aktivasi IKD. Tirta menyebut bahwa data final penerima PKH akan segera dikirim ke Kemendagri sebelum hari sosialisasi.
BACA JUGA:
Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan Lokasi Rawan - ibukotakini.com
Sosialisasi Perlinsos–IKD akan menyasar pendamping PKH, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), dan operator data kelurahan. Mereka akan menjadi ujung tombak proses aktivasi dan verifikasi biometrik masyarakat penerima bantuan.
Di mana mekanismenya sederhana. Yaitu, penerima bantuan melakukan pendaftaran atau pendataan ulang dan aktivasi IKD dilakukan sebagai syarat verifikasi wajah melalui sistem biometrik.
“Bagi warga yang tidak memiliki smartphone, pendamping PKH akan membantu melalui perangkat yang tersedia,” tutur Tirta Dewi.
Ia menambahkan integrasi Perlinsos dan IKD dianggap sebagai langkah besar dalam memastikan bansos tepat sasaran dan bebas penyimpangan. Sistem login menggunakan biometrik wajah akan menghindarkan duplikasi dan mempercepat validasi data.
Transformasi digital ini juga diharapkan memperkuat transparansi, efisiensi, dan akurasi data penerima bantuan di seluruh daerah.
“Kami siap mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat. Semoga sosialisasi berjalan lancar dan masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya,” tutup Tirta. ***
