Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Fadli Pathurrahman meninjau rencana pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan bekas Hotel Le Grandeur dengan BSB.
Balikpapan

Pemkot Balikpapan Siapkan Jalan Alternatif ke BSB dari Markoni

  • Hubungkan Eks Le Grandeur dan Balikpapan Superblock
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyiapkan rencana pembangunan jalan alternatif menuju Balikpapan Superblock (BSB) dari kawasan Markoni, tepatnya di sekitar eks Hotel Le Grandeur.

Jalan alternatif tersebut disiapkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi di sekitar akses utama Balikpapan Superblock, terutama pada ruas U-Turn Stal Kuda, depan pintu masuk BSB hingga Simpang Tiga Beruang Madu di Jalan Jenderal Sudirman–Jalan MT Haryono.

Rencana pembangunan akses baru itu mulai dimatangkan melalui survei lapangan untuk melihat kondisi lokasi yang akan menjadi jalur penghubung antara kawasan BSB dan Balikpapan Permai (BP), Rabu (2/9/2026).

Adapun rute yang direncanakan yakni belakang kawasan BSB – Pantai BSB – Balikpapan Permai – Simpang eks Le Grandeur.

BACA JUGA:

Balikpapan City Trans Masuk Plaza Balikpapan dan Pelabuhan Semayang - ibukotakini.com

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan akses alternatif tersebut menjadi salah satu upaya Pemkot Balikpapan memecah arus kendaraan yang selama ini bertumpu pada akses utama BSB.

“Kami dari Dinas Perhubungan Kota Balikpapan melakukan peninjauan secara langsung terkait perencanaan untuk pembangunan alternatif jalan yang menghubungkan antara Le Grandeur ke BSB,” kata Fadli.

Menurut dia, pembangunan jalan alternatif diperlukan seiring semakin berkembangnya aktivitas di kawasan BSB. Tingginya mobilitas kendaraan keluar-masuk kawasan tersebut dinilai turut memberikan dampak terhadap kelancaran lalu lintas di ruas jalan utama.

“Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam rangka untuk memecah arus kemacetan kendaraan yang senantiasa terjadi di wilayah Balikpapan Superblock,” ujarnya.

Masih Perlu Koordinasi dengan Pengelola BSB

Meski demikian, Fadli menegaskan rencana tersebut masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut. Pemkot Balikpapan perlu berkoordinasi dengan PT Whulandari Bangun Laksana, selaku pemilik dan pengelola kawasan BSB.

Menurutnya, koordinasi diperlukan agar pembangunan akses alternatif dapat berjalan sesuai kondisi lapangan serta tidak menimbulkan persoalan teknis maupun nonteknis di kemudian hari.

“Setelah kami melihat, ini masih perlu untuk dilakukan komunikasi dan koordinasi dan kolaborasi bersama dengan PT Whulandari Bangun Laksana, pemilik daripada BSB, sehingga kerja sama antara Pemkot dengan BSB nanti bisa berkembang lebih baik lagi,” jelasnya.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah garis sempadan pantai (GSP). Kondisi eksisting di lokasi rencana pembangunan juga perlu dikaji, termasuk lebar jalan yang dinilai masih memerlukan penyesuaian.

BACA JUGA:

Capaian IKD Balikpapan Masih 19,34%, Disdukcapil Pacu Sinergi RT dan Kelurahan - ibukotakini.com

“Wilayah ini masih terkait juga dengan masalah GSP (garis sempadan pantai) yang juga harus memperhatikan kondisi eksisting lebar jalan yang menurut kami masih perlu dilakukan penyesuaian,” kata Fadli.

Ia menambahkan, akses baru tersebut nantinya harus mampu mendukung pola arus kendaraan masuk dan keluar (in-out) kawasan BSB. Dengan demikian, jalur alternatif tidak sekadar menjadi akses tambahan, tetapi benar-benar berfungsi untuk mendistribusikan beban lalu lintas.

Warga Terdampak dan Dokumen IMTN Jadi Perhatian

Pemkot Balikpapan juga memperhatikan keberadaan masyarakat di sekitar lokasi rencana pembangunan. Fadli mengatakan persetujuan dari pihak-pihak terkait, termasuk masyarakat yang terdampak, menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

“Harapannya semoga dapat persetujuan dari beberapa pihak, termasuk masyarakat yang terdampak. Karena beberapa warga sudah punya dokumen surat berupa IMTN (Izin Memanfaatkan Tanah Negara),” ujarnya.

BACA JUGA:

147 Penerbangan Terganggu, Jarak Pandang Sisa 100 Meter - ibukotakini.com

Karena itu, proses pembangunan jalan alternatif BSB–eks Le Grandeur tidak hanya berkaitan dengan rekayasa lalu lintas, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek tata ruang, pertanahan, kondisi kawasan pesisir, serta kepentingan masyarakat.

Pengelola BSB Diminta Segera Ajukan Rencana Teknis

Fadli juga mendorong PT Whulandari Bangun Laksana segera menyampaikan rencana pembangunan tersebut kepada Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat (DPPR) Balikpapan.

Langkah tersebut diperlukan agar pemerintah dapat memberikan rekomendasi teknis mengenai titik, posisi, dan jalur yang paling tepat untuk pembangunan akses alternatif.

“PT Whulandari Bangun Laksana juga harus segera menyampaikan ke DPPR sehingga segera bisa mendapatkan rekomendasi teknis letak dan posisi yang tepat, jalur alternatif, sehingga tidak akan menemukan kendala teknis maupun nonteknis saat jalur alternatif dibangun,” pungkasnya.

BACA JUGA:

Balikpapan Deflasi 0,03%, BI Waspadai Tekanan Inflasi akibat El Nino - ibukotakini.com

Jika terealisasi, jalan alternatif dari kawasan Markoni melalui eks Le Grandeur menuju BSB diharapkan dapat menjadi akses baru bagi masyarakat sekaligus mengurangi beban kendaraan pada pintu masuk utama Balikpapan Superblock.

Selain mengurai kemacetan, pembangunan akses tersebut diharapkan meningkatkan konektivitas antara kawasan BSB dan Balikpapan Permai sehingga mobilitas masyarakat di kawasan tersebut menjadi lebih lancar dan nyaman.***