
Pemkot Balikpapan Usulkan 1.000 Formasi CPNS 2026
- Seleksi Diprediksi Mulai Akhir Tahun
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan mengusulkan sekitar 1.000 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2026.
Kepala BKPSDM Kota Balikpapan, Purnomo mengatakan usulan tersebut saat ini masih dalam tahap evaluasi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
“Tambahan formasi CPNS ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di berbagai sektor strategis, terutama layanan dasar masyarakat di Kota Balikpapan,” terangnya pada Minggu, 10 Mei 2026.
Purnomo mengatakan persetujuan jumlah formasi CPNS 2026 akan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah, termasuk ketentuan batas maksimal belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Belanja pegawai tidak boleh melebihi 30 persen dari total APBD. Jika kondisi fiskal memungkinkan, peluang tambahan formasi tentu lebih terbuka,” jelasnya.
BACA JUGA:
Wali Kota Rahmad Mas’ud Lantik 55 Pejabat Fungsional - ibukotakini.com
Menurutnya, pemerintah daerah masih menunggu hasil evaluasi dari pemerintah pusat terkait jumlah formasi yang nantinya akan disetujui untuk Kota Balikpapan.
Mengacu pada pola seleksi tahun-tahun sebelumnya, proses penerimaan CPNS 2026 diperkirakan mulai berlangsung pada September hingga Oktober mendatang.
Ia menilai kebutuhan formasi baru untuk mendukung penguatan pelayanan publik, terlebih Balikpapan kini berkembang pesat sebagai kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Dengan adanya tambahan ASN baru, Pemkot Balikpapan berharap kualitas pelayanan pemerintahan dapat semakin profesional, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat,” urainya.
BACA JUGA:
1000 Rumah di Kaltim akan Direnovasi Gratis, Ini Syaratnya - ibukotakini.com
Sebelumnya, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud telah melantik puluhan ASN jabatan fungsional. Dalam pelantikan pihaknya berpesan untuk menjalankan tugas dan amanahnya sesuai tugas dan fungsinya sebagai ASN.
“Layanan publik untuk masyarakat harus terus ditingkatkan karena pelayanan merupakan tugas bersama sebagai aparat pemerintahan,” tukasnya.
Menurut Rahmad, tantangan pelayanan publik saat ini semakin kompleks sehingga ASN tidak lagi bisa bekerja dengan pola lama.
Transformasi digital dan peningkatan daya saing menjadi tuntutan yang tidak bisa dihindari, terutama karena Balikpapan kini bersinggungan langsung dengan dinamika pembangunan IKN.
“Jabatan fungsional memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel,” ujar Rahmad Mas’ud kepada pejabat yang dilantik. (Adv Diskominfo Balikpapan)
