Pemkot Kaji Pemanfaatan Waduk Wonorejo untuk Air Baku
Balikpapan

Pemkot Kaji Pemanfaatan Waduk Wonorejo untuk Air Baku

  • Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, waduk yang terletak di wilayah utara kota ini dinilai punya potensi untuk mendukung pasokan air bersih
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan membuka peluang pemanfaatan Waduk Wonorejo sebagai sumber air baku alternatif. Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, waduk yang terletak di wilayah utara kota ini dinilai punya potensi untuk mendukung pasokan air bersih di masa mendatang.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menyampaikan hal itu usai meninjau kondisi Waduk Wonorejo, Senin 21 Juli 2025, sekaligus merespons aduan masyarakat mengenai genangan air usai hujan deras yang melanda kota.

“Kami minta PTMB mengkaji kelayakan airnya. Kalau memang memenuhi syarat, bisa dimanfaatkan sebagai air baku. Tapi tentu harus melalui uji laboratorium terlebih dahulu,” kata Bagus.

Menurutnya, salah satu indikasi awal kualitas air bisa dilihat dari ekosistem di dalam waduk. Namun tetap saja, uji kandungan logam berat seperti besi (ferro) dan mangan (manisiu) sangat penting sebelum air diolah dan disalurkan ke masyarakat.

“Kalau tidak ada yang mati, berarti ikannya hidup. Tapi kita tidak bisa pakai itu sebagai patokan utama, tetap harus ada kajian laboratorium,” ujarnya.

Apabila hasil kajian dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyatakan kualitas air layak konsumsi, Pemkot akan merancang pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) atau water treatment plant (WTP) serta jaringan distribusi.

BACA JUGA:

Balikpapan Siap Gerakkan 34 Koperasi Merah Putih, Presiden Luncurkan 80 Ribu Koperasi - ibukotakini.com

“Nanti kalau airnya memenuhi standar, baru kita pikirkan infrastruktur seperti WTP dan jaringan distribusinya. Tapi untuk sekarang, fokus kita tetap pada kajian teknis dulu,” terangnya.

Pemanfaatan Waduk Wonorejo sebagai sumber air baku dinilai strategis, mengingat Kota Balikpapan masih menghadapi tantangan dalam menjaga pasokan air bersih di tengah pertumbuhan penduduk, aktivitas industri, dan ancaman musim kemarau panjang.

Di sisi lain, evaluasi fungsi utama Waduk Wonorejo sebagai pengendali banjir tetap menjadi prioritas Pemkot.

Bagus menyebut curah hujan ekstrem yang terjadi sebelumnya, mencapai hampir 92 milimeter, sempat menimbulkan genangan air di wilayah sekitar waduk.

“Curah hujan sebelumnya sampai hampir 92 milimeter. Ada keluhan dari warga karena muncul genangan air,” katanya.

Meski genangan cepat surut hanya dalam waktu dua jam, hal itu tetap menjadi alarm untuk mengevaluasi kembali kapasitas daya tampung waduk dan efektivitas saluran hilirnya.

BACA JUGA:

Waduk Korpri Dipenuhi Sedimen - ibukotakini.com

“Positifnya, genangan cepat surut, artinya saluran kita tidak buntu. Tapi tetap perlu dicek sedimentasi di hilir, mungkin sudah menumpuk, sehingga daya tampung dan alirannya perlu dioptimalkan,” ujarnya.

Menurut Bagus, pengendalian banjir akan efektif jika dilakukan dengan dua pendekatan bersamaan, yaitu optimalisasi tampungan waduk dan pengaturan debit aliran ke saluran sekunder.

“Air jangan dilepas semua sekaligus. Harus diatur separuh ditampung sementara, separuh masuk saluran, agar tidak meluap bersamaan. Itu prinsipnya,” ucapnya.

Ia menilai kebersihan saluran juga penting agar aliran air tidak tersumbat. Karena itu, lurah dan ketua RT di sekitar wilayah waduk diminta rutin menjalankan kegiatan bersih-bersih lingkungan.

“Kita tidak bisa mengandalkan infrastruktur saja, partisipasi masyarakat itu kunci. Jangan sampai saluran kita bagus tapi buntu karena sampah,” tandasnya. (Adv)