
Pemprov Kaltim Kejar Listrik Masuk 73 Desa
- PLTS Jadi Solusi Wilayah Terpencil
Samarinda
IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mempercepat pemerataan listrik hingga ke wilayah pedalaman dan perbatasan.
Hingga kini, Pemprov Kaltim menargetkan aliran listrik masuk ke 73 desa yang belum teraliri listrik, mencakup sekitar 45.000 kepala keluarga.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa akses listrik merupakan hak dasar seluruh masyarakat, tanpa memandang lokasi geografis.
Saat awal kepemimpinannya pada Februari 2025, tercatat masih ada 109 desa di Kaltim yang belum menikmati listrik.
“Listrik harus dinikmati seluruh rakyat Kaltim, baik di perkotaan, pedesaan, pedalaman, hingga wilayah perbatasan,” kata Rudy Mas’ud.
BACA JUGA:
Dalam 10 bulan pertama masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Seno Aji, Pemprov Kaltim telah mengintervensi 36 desa terjauh, tertinggal, dan terisolasi melalui penyediaan listrik berbasis energi terbarukan.
Program ini menjadi kado Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Timur.
Desa-desa penerima tersebar di Kabupaten Mahakam Ulu, Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Paser.
Sebanyak 66.000 kepala keluarga kini menikmati listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal.
BACA JUGA:
Jalan Kubar - Samarinda Rusak Berat, Gubernur Senggol BPJN - ibukotakini.com
Untuk desa yang belum terjangkau jaringan PLN, Pemprov Kaltim menyiapkan solusi sementara berupa PLTS Komunal dan Alat Penyalur Daya Listrik (Apdal) per rumah tangga.
Langkah ini diambil mengingat banyak desa berada jauh dari jaringan PLN dan belum memiliki akses jalan memadai.
“PLTS ini bersifat sementara. Kami akan terus perjuangkan agar PLN bisa masuk ke semua wilayah, tentu dengan dukungan infrastruktur jalan,” ujar Rudy dalam pernyataan resmi.
Menurutnya, kehadiran listrik bukan sekadar penerangan, melainkan fondasi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
BACA JUGA:
Setelah 80 Tahun Merdeka, Mahulu Tak Lagi Bergantung Sungai - ibukotakini.com
“Listrik akan mendorong pertumbuhan ekonomi, sosial, dan pendidikan secara berkelanjutan,” katanya.
Manfaat tersebut dirasakan warga Kampung Batoq Kelo, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu.
Di desa berpenduduk 1.028 jiwa dengan 339 kepala keluarga itu, Pemprov Kaltim membangun PLTS dengan kapasitas terpasang 60,8 kWp, baterai 576 kWh, dan inverter 50 kW.
“Sekarang warga sudah bisa menikmati listrik. Bisa membeli magic jar dan televisi. Baru sekarang kami bisa menonton televisi,” ujar Ketua Adat Batoq Kelo, Antunius Legiu.
BACA JUGA:
Pusat Kucurkan Rp225 Miliar untuk Perbaikan Jalan Nasional di Kubar - ibukotakini.com
Kebahagiaan serupa dirasakan warga Labuang Kallo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser. Melalui Program Jospol, Pemprov Kaltim menyalurkan 40 unit PLTS Apdal berkapasitas 400 watt peak dengan baterai 1.000 watt hour.
“Kami bangga dan berterima kasih karena pemerintah memperhatikan kami yang hidup di kawasan tambak,” kata Muzni, warga Labuang Kallo. ***
