
Pemprov Kaltim Kirim 62,14 Ton Beras ke Mahulu
- Mahulu Terancan Kekurangan Pangan Akibat Kemarau
Samarinda
IBUKOTAKINI.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bersama Perum Bulog akan mengirimkan 62,14 ton beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) ke Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Bantuan pangan tersebut diberikan untuk mencegah kekurangan pangan masyarakat akibat pendangkalan hulu Sungai Mahakam selama musim kemarau yang berpotensi menghambat distribusi bahan kebutuhan pokok ke wilayah pedalaman.
Sungai Mahakam merupakan salah satu jalur transportasi utama masyarakat Mahulu. Ketika debit air menyusut dan sejumlah bagian sungai mengalami pendangkalan, mobilitas angkutan barang menuju wilayah tersebut ikut terkendala.
Kondisi itu menjadi perhatian Pemprov Kaltim karena dapat memengaruhi pasokan pangan, terutama ke Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai yang berada jauh dari pusat distribusi.
BACA JUGA:
Sungai Mahakam Surut, Pemkab Mahulu Kirim 700 Paket Sembako ke Long Apari - ibukotakini.com
Bantuan beras tersebut diperuntukkan bagi 3.107 kepala keluarga (KK) di dua kecamatan. Rinciannya, sebanyak 1.378 KK di Kecamatan Long Apari dan 1.729 KK di Kecamatan Long Pahangai.
Dengan asumsi bantuan 20 kilogram beras per KK, total kebutuhan mencapai 62,14 ton. Data terbaru penerima bantuan tersebut disampaikan Pemkab Mahulu kepada Pemprov Kaltim pada Jumat (14/8/2026).
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud meminta proses distribusi bahan pangan ke Mahulu dipercepat untuk mengantisipasi kesulitan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok.
“Jangan sampai ada masyarakat Kalimantan Timur mengalami kesulitan mendapatkan bahan pangan. Ini harus jadi perhatian serius kita,” kata Rudy dalam pernyataan resmi dikutip, Senin (17/8/2026).
Pendangkalan Sungai Hambat Distribusi Pangan
Bagi masyarakat Mahulu, Sungai Mahakam memiliki peran penting dalam konektivitas antarwilayah. Jalur sungai menjadi salah satu sarana utama untuk mengangkut masyarakat sekaligus berbagai kebutuhan pokok dari wilayah hilir menuju kawasan pedalaman.
BACA JUGA:
Begini Cara Pemprov Kaltim Amankan Pasokan Pangan di Mahulu - ibukotakini.com
Saat musim kemarau, penurunan debit air dan pendangkalan di bagian hulu membuat perjalanan menggunakan angkutan sungai menjadi lebih sulit. Kondisi ini berisiko meningkatkan waktu dan biaya distribusi bahan pangan.
Karena itu, Pemprov Kaltim menyiapkan bantuan CPPD sebagai langkah antisipasi agar gangguan transportasi tidak berkembang menjadi persoalan ketersediaan pangan di masyarakat.
Bulog Siapkan Pengemasan 62,14 Ton Beras
Menindaklanjuti surat permohonan terbaru Pemkab Mahulu, Pemprov Kaltim melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) segera berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mahulu serta Bulog.
Pemprov Kaltim juga telah mengirimkan kemasan CPPD ke Bulog untuk persiapan pengemasan beras bantuan.
BACA JUGA:
Musim Kemarau, Pemerintah Larang Warga Bakar Sampah dan Buka Lahan - ibukotakini.com
Kepala DPTPH Kaltim Fahmi Himawan mengatakan, Bulog membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima hari untuk mengemas beras tersebut.
“Perkiraan sementara dari Bulog dengan banyaknya agenda GPM dan Banpang Bapanas di kabupaten/kota se-Kaltim, mereka butuh waktu 4-5 hari untuk pengemasan sebanyak 60 ton,” kata Fahmi.
Beras CPPD yang dikirim ke Mahulu akan dikemas dalam ukuran 5 kilogram.
Sebelum disalurkan, beras CPPD tersebut telah melalui pemeriksaan keamanan pangan.
DPTPH Kaltim bersama Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) mengambil sampel beras di Gudang Perum Bulog Samarinda untuk diuji di Laboratorium OKKPD DPTPH Kaltim.
BACA JUGA:
Aparat Pantau Harga Bapokting di Balikpapan - ibukotakini.com
Pengujian dilakukan terhadap kandungan formalin, logam berat, dan pestisida. Hasil pemeriksaan menyatakan beras yang akan dikirim ke Mahulu aman untuk disalurkan kepada masyarakat.
Pemprov Tanggung Biaya Angkut hingga Ujoh Bilang
Distribusi beras ke Mahulu akan dilakukan secara bertahap karena kondisi geografis dan keterbatasan akses transportasi.
Berdasarkan hasil koordinasi Pemprov Kaltim, Pemkab Mahulu, dan Bulog, beras akan diangkut dari Gudang Bulog menuju Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, menggunakan sekitar 15 truk dengan kapasitas masing-masing sekitar 4 ton.
Biaya angkutan hingga Ujoh Bilang akan ditanggung Pemprov Kaltim.
Dari Ujoh Bilang, beras akan didistribusikan menuju Long Pahangai menggunakan kendaraan double cabin dengan kapasitas sekitar 2 ton.
BACA JUGA:
Jumlah Penduduk Miskin Kaltim 199 Ribu Jiwa, Kukar Tertinggi - ibukotakini.com
Sementara pengiriman menuju Long Apari akan menggunakan ces dengan kapasitas angkut sekitar 500 kilogram. Biaya angkutan dari Ujoh Bilang menuju Long Pahangai dan Long Apari menjadi tanggung jawab Pemkab Mahulu.
Skema tersebut disiapkan dengan mempertimbangkan kondisi geografis Mahulu serta keterbatasan jalur transportasi darat dan sungai, terutama saat musim kemarau.
Stok Beras CPPD Kaltim 401 Ton
Hingga Agustus 2026, stok beras medium CPPD milik Pemprov Kaltim yang tersimpan di Gudang Bulog tercatat sekitar 401 ton.
Sementara total stok beras CPPD di seluruh Kalimantan Timur mencapai sekitar 1.208 ton.
Sebelumnya, pada akhir Juli 2026, DPTPH Kaltim telah berkoordinasi dengan DKPP Mahulu agar pemerintah kabupaten mengusulkan bantuan CPPD sesuai mekanisme Perpres Nomor 125 Tahun 2025 dan Pergub Kaltim Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pengelolaan CPPD Provinsi Kaltim.
Pengajuan tersebut dilakukan sebagai langkah penanganan kondisi darurat dan kerawanan pangan di wilayah Mahulu.
Mahulu Rutin Gelar Gerakan Pangan Murah
Selain mengajukan bantuan CPPD, Pemkab Mahulu juga melakukan intervensi untuk menjaga ketersediaan pangan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).
Dalam periode Februari hingga Juni 2026, Pemkab Mahulu telah melaksanakan GPM sebanyak enam kali.
Pada Senin (10/8/2026), Pemkab Mahulu kembali menggelar GPM di Kecamatan Long Apari dengan memanfaatkan stok pangan yang masih tersedia.
Kemudian pada Rabu (12/8/2026), Pemkab Mahulu bersama Bulog melaksanakan GPM di Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun.
Pengiriman 62,14 ton beras CPPD ini diharapkan menjadi langkah antisipasi untuk menjaga pasokan pangan masyarakat Mahulu selama musim kemarau, ketika pendangkalan Sungai Mahakam berpotensi menghambat jalur distribusi bahan kebutuhan pokok ke wilayah pedalaman.***
