
Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi dalam Mitigasi Bencana
- Ancaman cuaca ekstrem menuju 2026
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi meningkat pada awal 2026.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan, seluruh unsur penanggulangan bencana kini berada pada tingkat kesiapan optimal setelah mengikuti rangkaian simulasi dan apel terpadu.
Latihan gabungan menjadi sarana evaluasi penting agar mekanisme penanganan darurat dapat berjalan otomatis ketika situasi krisis terjadi.
“Harapan kita tentu tidak ada bencana besar. Namun jika terjadi, seluruh unsur sudah memahami peran dan prosedur,” katanya usai menghadiri Simulai dan Apel Kesiapsiagaan di BSCC/Dome Balikpapan pada Sabtu, 6 Desember 2025.
Ia menegaskan Kaltim menghadapi kombinasi ancaman yang kompleks, mulai dari banjir, longsor, cuaca ekstrem, hingga potensi gelombang tinggi di wilayah pesisir. Karena itu, koordinasi antarinstansi harus terus diperkuat
“Saya rasa evaluasi harus dilakukan bersama-sama antara Polda Kaltim, Kodam Mulawarman, Basarnas, BPBD, dan seluruh unsur terkait. Semua harus bergerak tanpa menunggu perintah,” kata Seno.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/polda-kaltim-perkuat-komando-lapangan-dan-mitigasi-bencana
Dalam simulasi tersebut, sejumlah peralatan penanganan bencana turut ditampilkan, termasuk perangkat penyedia air bersih dan dapur umum untuk produksi makanan darurat. Seno menyebut kapasitas peralatan ini sudah meningkat dibanding tahun sebelumnya. Ia memastikan pemerintah daerah siap menyuplai kebutuhan logistik apabila terjadi bencana berskala besar.
Seno juga memberi perhatian khusus pada kesiapan komando lapangan. Menurut dia, aparat keamanan akan menyiapkan pos-pos siaga dan dapur umum di wilayah rawan bencana untuk mempercepat distribusi bantuan serta evakuasi warga.
Ketika ditanya mengenai potensi bencana dalam beberapa bulan ke depan, Seno menegaskan bahwa Kaltim memasuki fase risiko tinggi menyusul proyeksi cuaca ekstrem hingga awal 2026.
“Ancaman cuaca ekstrem menuju 2026 nyata. Kita tidak bisa anggap enteng. Yang kita lakukan hari ini adalah memastikan semua pihak benar-benar siap,” katanya.
