
Penanganan Karhutla, BPBD PPU Tak Tunggu Api Dekati Pemukiman
- Patroli terpadu di area rawan karhutla digencarkan mengantisipasi munculnya titik api baru selama puncak El Nino
Penajam
IBUKOTAKINI.COM - Musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino memicu darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU mencatat lonjakan signifikan kasus karhutla.
Hingga akhir September 2026, tercatat sebanyak 188 kejadian karhutla di PPU yang telah melahap total luasan lahan mencapai 454,89 hektare. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang musim kemarau tahun ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila, mengungkapkan bahwa sebaran titik api karhutla PPU tersebar di empat kecamatan.
Namun, Kecamatan Penajam menjadi wilayah paling dominan dan terparah terdampak.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/musim-kemarau-bpbd-ppu-salurkan-62-ribu-liter-air-ke-456-kk
"Kecamatan Penajam mendominasi dengan 100 titik kejadian karhutla dan luasan area terdampak mencapai 290,84 hektare. Sementara itu, di wilayah Kecamatan Babulu tercatat ada 46 titik kejadian kebakaran dengan luas lahan terbakar mencapai 60,37 hektare," jelas Nurlaila, pada Kamis (8/10/2026).
Rincian Sebaran Karhutla PPU: Penajam Terparah, Waru Paling Rendah
Data BPBD PPU menunjukkan ancaman karhutla merata di seluruh wilayah PPU. Berikut rincian lengkap sebaran kebakaran hutan dan lahan di Penajam Paser Utara:
1. Kecamatan Penajam: 100 titik - 290,84 hektare (TERPARAH)
2. Kecamatan Babulu: 46 titik - 60,37 hektare
3. Kecamatan Sepaku: 30 titik - 80,09 hektare
4. Kecamatan Waru: 12 titik - 23,59 hektare (TERENDAH)
Tingginya angka karhutla di Kecamatan Penajam menjadi perhatian serius, mengingat wilayah tersebut merupakan pusat aktivitas warga dan berdekatan dengan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/karhutla-mengintai-ppu-sekda-tohar-minta-semua-instansi-selalu-siaga
Di tengah cuaca panas ekstrem, BPBD PPU bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan instansi terkait menerapkan sistem penanganan cepat karhutla. Pola lama yang menunggu api membesar ditinggalkan.
Ia menyatakan tim pemadam karhutla PPU tidak pernah menunda tindakan atau menunggu hingga api mendekati area pemukiman warga untuk bertindak.
Begitu menerima laporan resmi dari masyarakat atau hasil pantauan sinyal satelit hotspot dari BMKG, petugas gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi.
"Respons cepat ini sangat krusial agar kobaran api tidak makin meluas dan merusak ekosistem lingkungan secara permanen," tegas Nurlaila.
Saat ini, pengawasan intensif dan koordinasi lintas instansi terus ditingkatkan. Lanjutnya, patroli terpadu di area-area sensitif dan rawan karhutla digencarkan demi mengantisipasi munculnya titik api baru selama puncak El Nino masih berlangsung.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika menemukan titik api di sekitar lingkungan," imbuhnya. (ADV)
