Tubing di Sungai Amandit kawasan wisata Loksado Kalimantan Selatan.
Tren

Penasaran Cerita Teman, Keluarga dari Balikpapan Nekat ke Loksado

  • Capek Terbayar Surga Tersembunyi Kalimantan
Tren
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM — Rasa penasaran bisa membawa seseorang ke perjalanan tak terduga. 

Itulah yang dialami Lintang, remaja asal Balikpapan, yang nekat mengajak keluarganya menjajal wisata alam Loksado di Kalimantan Selatan—setelah mendengar cerita dari temannya.

Perjalanan ini bukan perjalanan biasa. 

Lintang dan rombongan harus menempuh sekitar 12 jam perjalanan darat demi mencapai kawasan wisata yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan itu.

BACA JUGA: 

Libur Idulfitri 2026, Pengunjung Nikmati Berbagai Fasilitas IKN

Berangkat sejak pukul 06.00 WITA, mereka baru tiba menjelang petang, sekitar pukul 18.00 WITA.

“Awalnya cuma penasaran dari cerita teman. Katanya bagus banget, masih alami. Akhirnya nekat berangkat,” kata Lintang.

Ia mengajak dua adiknya, Vira (12 tahun) dan Haikal (7 tahun).

Akses Membaik, Tapi Tetap Perlu Perjuangan

Perjalanan panjang tersebut sedikit terbantu dengan adanya akses tol dari Balikpapan menuju Penajam yang bisa ditempuh sekitar 1,5 jam. 

Jika tidak, waktu tempuh bisa lebih lama—terutama jika harus memutar lewat jalur lama atau menggunakan kapal feri.

Namun, perjalanan darat menuju kawasan Pegunungan Meratus tetap menuntut stamina. 

Jalan berkelok, tanjakan, hingga kondisi jalan yang bervariasi menjadi bagian dari “harga” yang harus dibayar untuk menikmati keindahan Loksado.

BACA JUGA:

H+3 Lebaran, Pantai Manggar Raup Rp 232 Juta dari 12 Ribu Pengunjung

Terbayar Lunas di Sungai Amandit

Sesampainya di lokasi, rasa lelah langsung sirna. 

Suasana sejuk khas pegunungan dan gemericik air Sungai Amandit menjadi “obat” alami setelah perjalanan panjang.

Salah satu aktivitas paling ikonik di Loksado adalah tubing menggunakan rakit bambu atau ban, di Sungai Amandit. 

Aktivitas ini cocok untuk keluarga, sekaligus memberikan sensasi petualangan ringan yang aman.

BACA JUGA: 

Pantai Kilang Balikpapan Diserbu Wisatawan di Lebaran Ketiga 2026

“Begitu lihat sungainya, langsung lupa capek. Airnya jernih, suasananya tenang banget,” ujar Lintang.

Banyak Pilihan Menginap, dari Tenda hingga Cottage

Soal akomodasi, Loksado kini semakin ramah wisatawan. Pilihan menginap pun beragam:

  • Camping dan tenda alam
  • Glamping (glamorous camping)
  • Cottage bernuansa tradisional
  • Guest house dengan fasilitas standar hotel


Lintang dan keluarganya memilih menginap di Plataran Amandit, salah satu penginapan populer di kawasan tersebut.

Dengan tarif sekitar Rp800 ribu per malam, kamar yang mereka tempati sudah dilengkapi dua tempat tidur dan shower air panas—cukup nyaman untuk melepas lelah.

Tarif itu juga sudah termasuk tubing untuk dua orang. 

Harga tubing sendiri cukup variatif antara Rp50 ribu sampai Rp125 ribu per orang.

BACA JUGA: 

Wisata IKN Kian Menarik, Pemandu Nusantara Jadi Andalan

Selain itu, tersedia juga opsi penginapan yang lebih terjangkau bagi backpacker hingga yang menginginkan pengalaman lebih dekat dengan alam.

Surga Tersembunyi di Pegunungan Meratus

Loksado bukan sekadar destinasi wisata biasa. Kawasan ini berada di kaki Pegunungan Meratus dan dikenal sebagai salah satu spot ekowisata terbaik di Kalimantan Selatan.

Beberapa daya tarik utama Loksado antara lain:

  • Air Terjun Haratai, dengan akses trekking ringan
  • Desa adat suku Dayak Meratus
  • Hutan tropis yang masih asri
  • Jalur hiking dan river adventure


Tak heran jika destinasi ini mulai viral di media sosial, terutama bagi wisatawan yang mencari pengalaman “healing” jauh dari hiruk pikuk kota.

Worth It atau Nggak Sih?

Meski harus menempuh perjalanan hingga 12 jam, pengalaman yang didapat dinilai sepadan.

Perjalanan ini bukan hanya soal destinasi, tetapi juga tentang proses—menyusuri jalan panjang demi menemukan keindahan yang belum banyak tersentuh.

Bagi Lintang, satu hal yang pasti: rasa penasaran itu akhirnya terjawab.

“Capek sih, tapi worth it banget. Kalau ada kesempatan, pasti mau balik lagi,” katanya. ***