
Pendapatan AI Cloud Indosat Capai USD50 Juta, Bidik USD100 Juta pada 2026
- Bangun Ekosistem AI Terintegrasi
Tekno
IBUKOTAKINI.COM – Bisnis kecerdasasan buatan (AI) terus bertumbuh di Indonesia. Hal ini tercermin dari meningkatkan investasi di sektor kecerdasan buatan. Dampaknya mulai dirasakan PT Indosat Tbk. Emiten berkode ISAT itu, melaporkan pendapatan solusi Indosat AI Cloud mencapai USD50 juta pada sembilan bulan pertama 2026.
Capaian ini melampaui pendapatan sepanjang 2025 sebesar USD28 juta, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap komputasi kecerdasan buatan dan layanan cloud.
Tahun ini ISAT menargetkan pendapatan bisnis AI Cloud mencapai USD100 juta. Ekspansi ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan telekomunikasi tersebut menuju perusahaan teknologi berbasis AI atau AI TechCo.
Di sisi lain, bisnis inti telekomunikasi masih menjadi penopang utama kinerja keuangan perusahaan. Hingga September 2026, pendapatan Indosat mencapai Rp45,8 triliun, tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY).
BACA JUGA:
Data Warga Rawan Bocor! BSSN Wanti-wanti Pemda Soal Bahaya Serangan Siber - ibukotakini.com
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat 37,2 persen menjadi Rp4,9 triliun. Sementara itu, EBITDA atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi tercatat Rp21,1 triliun.
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, bisnis telekomunikasi yang kuat menjadi fondasi perusahaan untuk mengembangkan sumber pertumbuhan baru.
“Investasi kami di bidang AI kini mulai menunjukkan kontribusi bisnis yang nyata. Kami juga terus membangun kapabilitas untuk menjawab tingginya kebutuhan akan infrastruktur dan solusi AI, baik di Indonesia maupun di kancah global,” kata Vikram.
Indosat Bangun Ekosistem AI Terintegrasi
Untuk mengembangkan bisnis AI, Indosat tidak hanya berinvestasi pada infrastruktur, tetapi juga membangun ekosistem terintegrasi yang mencakup konektivitas, jaringan fiber optik, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan.
BACA JUGA:
Pemerintah Siapkan Indonesia Timur Jadi 'Rumah Baru' Data Center & AI - ibukotakini.com
Indosat mengandalkan RAIA Grid yang memiliki jaringan fiber optik sepanjang 86.000 kilometer. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung konektivitas untuk menghubungkan sumber daya komputasi dengan berbagai kebutuhan penerapan AI.
Selain itu, Zankore by Indosat mengembangkan infrastruktur AI generasi berikutnya dengan ambisi jangka panjang mencapai kapasitas AI hingga 1 gigawatt (GW).
Kombinasi infrastruktur tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha mengakses dan mengembangkan solusi AI sesuai kebutuhan, mulai dari skala operasional hingga implementasi yang lebih besar.
Melalui strategi ini, Indosat berupaya mengubah investasi teknologi menjadi sumber pendapatan baru di luar bisnis telekomunikasi konvensional.
BACA JUGA:
Bahaya Mini Drama AI Bikin Kemkomdigi Siaga, LSF Ikut Turun Tangan! - ibukotakini.com
Indosat Gandeng F5 Kembangkan Layanan AI
Indosat juga menghadirkan Indosat Intelligence Suite melalui kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi F5. Layanan ini menyediakan akses terkelola terhadap model dan infrastruktur AI melalui satu platform terintegrasi.
Solusi tersebut dirancang untuk membantu perusahaan mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, serta memperluas penerapan teknologi secara lebih terukur.
Indosat melihat kebutuhan perusahaan terhadap solusi AI sebagai peluang untuk memperluas pasar layanan teknologi. Perusahaan juga menyebut sejumlah perusahaan teknologi global mulai menjadi pelanggan layanan tersebut.
Pengembangan layanan ini menjadi bagian dari strategi Indosat untuk memperluas pemanfaatan AI di kalangan pelaku usaha sekaligus mengoptimalkan potensi komersial dari investasi infrastruktur.
BACA JUGA:
Kemkomdigi Tegur Operator Seluler, Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus - ibukotakini.com
Bisnis Telekomunikasi Masih Jadi Penopang
Meski mengembangkan bisnis AI, Indosat tetap mengandalkan layanan telekomunikasi sebagai fondasi pertumbuhan.
Hingga September 2026, pendapatan rata-rata per pengguna atau average revenue per user (ARPU) seluler gabungan mencapai Rp46.000, meningkat 16,5 persen secara tahunan.
Trafik data juga tumbuh 16 persen menjadi 14.829 petabyte. Kinerja tersebut ditopang strategi personalisasi layanan berbasis AI, investasi jaringan, pemanfaatan spektrum, dan pengembangan teknologi 5G.
Menurut Vikram Sinha, kekuatan bisnis inti memberikan ruang bagi perusahaan untuk berinvestasi pada fase pertumbuhan berikutnya.
BACA JUGA:
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman Ingatkan Bahaya Ketergantungan AI - ibukotakini.com
Indosat menargetkan perpaduan bisnis konektivitas dan ekosistem AI terintegrasi dapat menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan, memperluas layanan bagi pelaku usaha, serta meningkatkan peran perusahaan dalam ekonomi digital Indonesia.
