PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) beralih ke bisnis data center dengan target kapasitas 102 MW.
Ekbis

Pendapatan Anjlok 74%, NexAI Kini Kejar Bisnis Data Center 102 MW

  • Akuisisi NAC dan NGC
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) mengubah arah bisnisnya ke sektor data center setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB dan RUPS Independen pada 7 September 2026. 

Transformasi tersebut dilakukan ketika kinerja keuangan perseroan sebelumnya mencatat penurunan pendapatan 74,56 persen dan berujung rugi neto

Sebelum putar haluan ke bisnis data center, MGLV merupakan emiten yang menjual  produk rumah tangga dan interior premium. 

Direktur dan Corporate Secretary NexAI Digital Infrastruktur, Putra Harianto Bate'e, mengatakan perubahan kegiatan usaha merupakan keputusan strategis perseroan untuk menangkap peluang di industri data center.

BACA JUGA:

Haji Isam Pegang 20,05% Saham Perusahaan Nikel PACK - ibukotakini.com

Menurut dia, bisnis baru tersebut dijalankan melalui dua perusahaan anak, yakni NAC dan NGC. Perseroan juga secara bertahap menyiapkan jajaran pengurus dan tenaga operasional seiring dengan pengembangan kapasitas data center.

"Perseroan memandang sektor data center sebagai kesempatan usaha yang layak untuk diambil," kata Putra dalam keterangannya.

Akuisisi NAC dan NGC Transaksi Afiliasi

Masuknya NexAI ke bisnis data center dilakukan melalui pengambilalihan NAC dan NGC. Transaksi tersebut dikategorikan sebagai transaksi material sekaligus transaksi afiliasi karena NexAI, NAC, dan NGC berada di bawah pengendali yang sama, yakni PT Nextier Datamate Center.

Putra menyatakan seluruh proses pengambilalihan telah mengikuti ketentuan yang berlaku dan telah diungkapkan melalui Keterbukaan Informasi serta memperoleh persetujuan RUPSLB.

BACA JUGA:

Perusahaan Raffi Ahmad Klarifikasi Tolak Pemegang Saham Ikut RUPSLB - ibukotakini.com

Pemilihan NAC dan NGC, lanjutnya, berkaitan dengan kesiapan kedua perusahaan tersebut yang telah menjalankan sekaligus mengembangkan fasilitas data center.

"NAC dan NGC merupakan mitra yang tepat," ujarnya.

Prospek industri data center dan rencana strategis perseroan juga disebut telah dijabarkan dalam Prospektus Ringkas.

Pendapatan Anjlok 74,56 Persen, NexAI Sebut Itu Bukan Gambaran Bisnis Baru

Perseroan menyadari kondisi keuangan menjadi perhatian di tengah rencana ekspansi data center dalam skala besar.

BACA JUGA:

Elnusa (ELSA) Rombak Direksi, Dua Nama Baru Resmi Masuk Jajaran Manajemen - ibukotakini.com

Putra menjelaskan, data keuangan yang dipaparkan dalam materi Public Expose mencerminkan kondisi perseroan sebelum transaksi dan perubahan kegiatan usaha yang disetujui pada 7 September 2026.

Dalam proses transformasi tersebut, NexAI telah mendivestasikan 13 perusahaan anak serta mengalihkan aset dan kewajiban yang berkaitan dengan bisnis sebelumnya. Pada saat yang sama, perseroan mengambil alih NAC dan NGC.

Karena itu, perseroan menilai penurunan pendapatan dan rugi neto dalam laporan sebelumnya tidak mencerminkan struktur kegiatan usaha NexAI setelah transformasi.

Pengembangan kapasitas data center akan dilakukan secara bertahap. Sumber pendanaan antara lain berasal dari dana hasil Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I dan sumber pendanaan lainnya dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan perseroan.

BACA JUGA:

ADCP Bikin Investor Deg-degan! Pembayaran Bunga Obligasi Rp10,29 Miliar Ditunda - ibukotakini.com

Kejar Tambahan 96 MW di Jababeka dan Batang

Ekspansi NexAI mencakup pengembangan tambahan kapasitas data center di Jababeka dan Batang. Secara keseluruhan, NAC dan NGC mengembangkan kapasitas data center hingga 102 MW.

Perseroan menyatakan kebutuhan belanja modal untuk tambahan kapasitas tersebut telah diungkapkan dalam Keterbukaan Informasi pada 3 September 2026.

Sementara itu, rencana penggunaan dana hasil PMHMETD I, termasuk alokasi kepada NAC dan NGC, tercantum dalam Prospektus Ringkas yang diumumkan pada 10 September 2026.

Dari aksi korporasi tersebut, perseroan menyiapkan dana sekitar Rp2,54 triliun. Namun, NexAI belum memberikan rincian angka alokasi masing-masing proyek maupun total kebutuhan pendanaan di luar dana PMHMETD I dalam jawaban yang disampaikan.

BACA JUGA:

Bakrie Akuisisi Loyal Metals Australia Senilai Rp1 Triliun - ibukotakini.com

Untuk menutup kebutuhan pendanaan selanjutnya, perseroan menyebut sejumlah opsi, antara lain dukungan pemegang saham dan fasilitas pendanaan lainnya, yang akan dilakukan sesuai tahapan pembangunan.

102 MW Belum Seluruhnya Beroperasi

Dari total kapasitas pengembangan 102 MW, NAC dan NGC disebut telah memiliki perjanjian layanan data center dengan pelanggan untuk kapasitas yang sudah beroperasi maupun kapasitas yang masih dalam tahap pengembangan.

Namun, perseroan belum mengungkapkan berapa MW dari total 102 MW yang telah memiliki pelanggan atau komitmen kontrak dalam jawaban tersebut.

Begitu pula dengan target pendapatan dan EBITDA setelah seluruh kapasitas 102 MW beroperasi. Perseroan tidak memberikan angka spesifik dalam penjelasannya.

BACA JUGA:

OJK Tetapkan 1.277 Sanksi Kepada Pelaku Pasar Modal Sepanjang 2026 - ibukotakini.com

Kontribusi bisnis data center mulai masuk ke laporan keuangan konsolidasian NexAI setelah NAC dan NGC menjadi perusahaan anak. Untuk saat ini, kontribusi tersebut berasal dari kapasitas yang telah beroperasi secara komersial.

Sementara kontribusi dari tambahan kapasitas di Jababeka dan Batang diproyeksikan muncul secara bertahap mengikuti waktu operasional fasilitas.***