Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, menegaskan pembinaan karakter generasi muda tidak cukup hanya melalui imbauan, melainkan harus diwujudkan dalam program konkret dan berkelanjutan
Balikpapan

Pendidikan Karakter, Akmal Malik Ajak Siswa Wajib Tanam dan Rawat Tanaman

  • IBUKOTAKINI.COM - Kota Balikpapan mulai menggeser pendekatan pendidikan karakter dari sekadar teori di kelas menjadi praktik nyata. Siswa didorong menanam
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Kota Balikpapan mulai menggeser pendekatan pendidikan karakter dari sekadar teori di kelas menjadi praktik nyata. 

Siswa didorong menanam dan merawat tanaman di lingkungan sekolah sebagai upaya membentuk disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian lingkungan sejak dini.

Gagasan ini mengemuka dalam diskusi pemerintahan umum, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan yang digelar belum lama ini di Balikpapan.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, menegaskan pembinaan karakter generasi muda tidak cukup hanya melalui imbauan, melainkan harus diwujudkan dalam program konkret dan berkelanjutan.

“Jangan hanya lihat tanamannya. Lihat nilai yang tumbuh dari prosesnya. Ada disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, sampai rasa cinta pada pangan dan tanah air,” kata di DeBoekit Riverside, Manggar pada Rabu 29 April 2026.

Akmal mendorong pemerintah daerah menyiapkan aturan turunan seperti Peraturan Wali Kota (Perwali) atau Peraturan Bupati (Perbup) agar program tersebut dapat diterapkan secara konsisten di sekolah.

“Evaluasi rutin minimal setiap tiga bulan dinilai penting untuk memastikan implementasi berjalan efektif,” imbuhnya.

Dengan pengawasan berkala, sekolah dapat mengukur keberhasilan program sekaligus melakukan perbaikan jika diperlukan.

“Program menanam di sekolah bukan semata mengejar hasil panen, tetapi membangun kebiasaan positif pada siswa. Media sederhana seperti planter bag dapat digunakan agar mudah diterapkan di berbagai sekolah,” ujarnya dengan antusias.

Tak hanya itu menurutnya, pendidikan karakter juga dapat diintegrasikan dengan pelestarian lingkungan, seperti penanaman mangrove di kawasan pesisir Balikpapan.

“Langkah ini dinilai memberi manfaat ganda, mulai dari mencegah abrasi pantai hingga menjaga ekosistem perairan yang berperan dalam ketahanan pangan,” tandasnya.

Sebagai kota pesisir, Balikpapan dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan model pendidikan karakter berbasis lingkungan.

“Jika dijalankan konsisten, program ini tak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga generasi muda yang peduli alam, terbiasa bekerja, dan siap menghadapi tantangan masa depan daerah,” pungkas Akmal Malik. ***