
Penuhi Hak Anak, Pemkot Balikpapan Ajak Daycare Ramah Anak
- DP3AKB Balikpapan Pertegas Komitmen Daycare Ramah Anak Lewat Workshop Pemenuhan Hak AnakIBUKOTAKINI.COM - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan K
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan menggelar Workshop Pemenuhan Hak Anak 2026 bertajuk “Dari Kasus ke Solusi: Membangun Daycare Ramah Anak di Kota Balikpapan”.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak sekaligus merespons berbagai kasus kekerasan terhadap anak yang belakangan menjadi perhatian publik.
Pelaksana tugas DP3AKB Kota Balikpapan, Nursyamsiarni D Larose mengatakan, workshop tersebut juga dipicu oleh munculnya kasus kekerasan terhadap anak di salah satu daycare di Yogyakarta.
Dalam kasus itu, diketahui dari video yang beredar, kaki anak-anak yang dititipkan diikat dalam kondisi tanpa pakaian hanya mengenakan popok.
Menurutnya, kasus tersebut menjadi alarm penting bagi semua pihak untuk memperkuat pengawasan dan kualitas pengasuhan anak di fasilitas penitipan anak.
“Workshop ini menjadi panggilan nyata bagi kita untuk mencari jalan keluar dan inovasi untuk anak-anak kita,” ungkapnya pada Kamis (7/5/2026) di Auditorium Balai kota Balikpapan.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/balikpapan-siapkan-130-hektare-lahan-untuk-hilirisasi-industri
Kegiatan ini dihadiri berbagai organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan, pengelola daycare, hingga pengelola taman asuh di Balikpapan.
Keterlibatan lintas sektor dinilai penting karena pemenuhan hak anak tidak bisa dilakukan hanya oleh satu pihak.
“Ini adalah upaya dalam pemenuhan hak anak yang memang membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas profesi,” katanya.
Nursyamsiarni mengungkapkan, sepanjang 2025 terdapat 188 kasus yang dialami anak-anak di Balikpapan.

Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa masyarakat membutuhkan dukungan fasilitas yang lebih ramah anak, termasuk layanan pengasuhan yang aman dan berkualitas.
Selain itu, tantangan sosial dan ekonomi keluarga juga dinilai turut memengaruhi tumbuh kembang anak, sehingga keberadaan daycare yang sehat dan aman menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat perkotaan.
Melalui workshop tersebut, para peserta diharapkan dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait pola pengasuhan anak yang baik.
“Kami berharap melalui workshop ini pengelola taman asuh maupun daycare bisa saling sharing. Bisa jadi ada hal-hal yang menjadi informasi bersama agar ke depan pengasuhan anak-anak yang dititipkan orang tua bisa lebih maksimal,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menghadirkan sistem pengasuhan anak yang lebih baik di Kota Balikpapan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat dan mendatangkan kebaikan,” pungkasnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)
