
Penumpang Bandara Sepinggan Balikpapan Turun Hingga 5 Ribu Orang Per Hari
- Harga Tiket Pesawat Melonjak Akibat Kenaikan Avtur
Samarinda
IBUKOTAKINI.COM – Jumlah penumpang pesawat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mengalami penurunan signifikan pada triwulan kedua 2026.
Kenaikan harga tiket pesawat akibat melonjaknya harga bahan bakar avtur disebut menjadi faktor utama berkurangnya mobilitas penumpang.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengungkapkan bahwa rata-rata jumlah penumpang harian pada triwulan kedua tahun ini hanya berkisar 9.000 hingga 11.000 orang.
Angka tersebut turun dibandingkan triwulan pertama yang mencapai 14.000 hingga 15.000 penumpang per hari. Atau berkurang hingga 5.000 penumpang per hari.
Menurut Iwan, lonjakan harga tiket pesawat terjadi seiring meningkatnya harga avtur yang menjadi komponen terbesar dalam biaya operasional maskapai.
Sebagai gambaran, tarif penerbangan rute Balikpapan–Soekarno Hatta Jakarta yang sebelumnya berada di kisaran Rp1,1 juta kini naik menjadi Rp1,7 juta hingga Rp2 juta per orang.
“Ada kenaikan rata-rata Rp700 ribu sampai dengan Rp800 ribu untuk harga tiket,” ujar Iwan dilansir kanal Diskominfo Kaltim Sabtu (13/6/2026).
Tidak hanya rute Balikpapan–Jakarta, kenaikan tarif juga terjadi pada sejumlah jalur penerbangan padat lainnya, seperti Balikpapan–Surabaya dan Balikpapan–Yogyakarta.
Penumpang Didominasi Pelaku Perjalanan Dinas
Iwan menjelaskan, mayoritas pengguna jasa Bandara SAMS Sepinggan saat ini berasal dari kalangan pekerja dan pelaku perjalanan dinas yang keluar masuk Balikpapan.
Di sisi lain, tingginya harga tiket pesawat membuat sebagian masyarakat memilih menggunakan moda transportasi laut.
Berdasarkan informasi yang diterima pihak bandara, jumlah penumpang di pelabuhan mengalami peningkatan sekitar 30 hingga 40 persen.
Meski demikian, pihak bandara menegaskan tidak memiliki kewenangan untuk mengatur harga tiket penerbangan.
“Untuk penetapan harga tiket adalah kewenangan maskapai. Kami dari sisi airport tidak punya kendali terkait dengan harga tiket tersebut,” jelasnya.
Harga Avtur Naik Hampir Dua Kali Lipat
Iwan mengatakan, biaya avtur menyumbang sekitar 40 persen dari pembentukan harga tiket pesawat. Karena itu, perubahan harga bahan bakar sangat memengaruhi tarif penerbangan.
Pada Maret 2026, harga avtur tercatat sebesar Rp15.248,10 per liter. Angka tersebut kemudian melonjak menjadi Rp28.949,13 per liter pada Mei 2026. Memasuki Juni 2026, harga avtur berada di level Rp25.966,29 per liter.
Kondisi tersebut membuat harga tiket pesawat ikut terkerek dan berdampak pada penurunan jumlah penumpang di Bandara Sepinggan.
Target 5,3 Juta Penumpang Tetap Optimistis Tercapai
Kendati terjadi penurunan trafik penumpang pada triwulan kedua, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan tetap optimistis target pergerakan penumpang sepanjang 2026 sebesar 5,3 juta orang dapat tercapai.
“Masih ada enam bulan ke depan. Harapannya target sebanyak 5,3 juta penumpang hingga Desember 2026 dapat tercapai,” ujar Iwan.
Ia berharap semakin banyak kegiatan berskala nasional maupun internasional digelar di Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, sehingga dapat meningkatkan kunjungan dan mendorong pertumbuhan jumlah penumpang melalui Bandara SAMS Sepinggan.***
