Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menuturkan, anggaran tersebut menjadi fondasi utama dalam mendorong penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dalam beberapa tahun terakhir
Balikpapan

Penurunan Pengangguran Balikpapan hingga 5,84 Persen

  • Pemkot mengalokasikan lebih dari Rp96 miliar atau sekitar 2,09 persen dari total APBD untuk menjalankan berbagai program ketenagakerjaan
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan menaruh fokus besar pada upaya menekan angka pengangguran melalui dukungan anggaran yang signifikan. 

Pada tahun 2025 lalu, Pemkot mengalokasikan lebih dari Rp96 miliar atau sekitar 2,09 persen dari total APBD untuk menjalankan berbagai program ketenagakerjaan.

Dengan adanya dukungan anggaran ini, angka pengangguran di Balikpapan menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, dari 8,94 persen pada 2021 menjadi 5,84 persen pada 2025.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menuturkan, anggaran tersebut menjadi fondasi utama dalam mendorong penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dalam beberapa tahun terakhir. 

Dana itu diarahkan pada tiga sektor utama, yakni peningkatan keterampilan tenaga kerja, perluasan peluang kerja, serta penguatan sistem pasar kerja.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/asn-daerah-mulai-wfh-setiap-jumat

”Penurunan ini merupakan hasil dari sinergi berbagai program strategis yang difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan kesempatan kerja,” ungkap Rahmad saat pemaparan capaian kinerja pada Sekretaris BKSDN Kemendagri melalui video converence di Balaikota Balikpapan (1/4/2026).

Berdasarkan data Pemerintah Kota Balikpapan, jumlah penduduk yang bekerja pada 2025 mencapai lebih dari 360 ribu orang atau meningkat sekitar 4,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Capaian ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga serta intervensi program yang tepat sasaran.

Hal ini didukung melalui berbagai program. Diantara nya pelaksanaan bursa kerja (job fair) secara rutin minimal dua kali dalam setahun, pelatihan vokasi dengan tingkat penyerapan tenaga kerja mencapai 84 persen, serta program padat karya yang mampu menyerap 2.664 tenaga kerja lokal.

Lebih lanjut, anggaran juga digunakan untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi ketenagakerjaan melalui digitalisasi layanan. Aplikasi SISKA serta layanan berbasis komunikasi seperti Halo Disnaker menjadi sarana bagi pencari kerja untuk mendapatkan informasi lowongan maupun konsultasi secara lebih mudah.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/ratusan-asn-perempuan-di-balikpapan-ikuti-vaksinasi-hpv

"Pemkot juga mengalokasikan dukungan bagi pekerja rentan melalui bantuan iuran jaminan ketenagakerjaan. Saaat ini menjanghkau hingga 7.140 pekerja rentan,” sebutnya.

Menurutnya, kebijakan anggaran ini berjalan beriringan dengan regulasi yang mendorong perusahaan menyerap tenaga kerja lokal hingga 40–70 persen. Selain itu, pemanfaatan proyek strategis nasional juga ikut membuka peluang kerja baru di daerah.

"Akan tetap dalam menekan angka pengangguran masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti ketimpangan partisipasi tenaga kerja dan dominasi sektor industri padat modal," sebutnya.

Dia menambahkan pemerintah berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penggunaan anggaran agar mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan berkelanjutan.

"Dalam menciptakan lapangan pekerja terus diupayakan dengan berbagai langkah," tutupnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)