Pemkot Balikpapan buka peluang kolaborasi dengan ITB dalam audiensi antara PIKKC ITB bersama Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud pada Kamis, 15 Oktober 2026
Balikpapan

Percepat Smart City, Pemkot Balikpapan Buka Kolaborasi AI Bareng ITB

  • Rencana kerja sama tersebut dibahas langsung dalam audiensi antara PIKKC ITB bersama Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan membuka peluang kerja sama strategis dengan Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas (PIKKC) Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Kolaborasi ini ditujukan untuk mempercepat pengembangan smart city (kota cerdas) melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Rencana kerja sama tersebut dibahas langsung dalam audiensi antara PIKKC ITB bersama Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan pada Kamis (15/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, ITB menawarkan penguatan infrastruktur data dan sistem analitik berbasis AI agar Pemkot Balikpapan dapat mengambil kebijakan serta keputusan publik secara lebih akurat dan berbasis data (data-driven policy).

Menanggapi tawaran teknologi dari ITB, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya kajian mendalam sebelum kerja sama resmi direalisasikan.

“Sepanjang itu manfaatnya baik untuk Kota Balikpapan, kita suruh kaji dulu bersama. Dibicarakan secara intensif,” jelas Rahmad Mas’ud usai audiensi.

Rahmad menambahkan bahwa Pemkot Balikpapan akan mengarahkan kerja sama ini jika hasil kajian membuktikan bahwa teknologi yang ditawarkan benar-benar dibutuhkan serta membawa dampak positif langsung bagi masyarakat Balikpapan.

“Kita tunggu dulu kajiannya,” ujarnya.

BACA JUGA:

Kualitas Udara Tidak Sehat, PKK Balikpapan Bagi 5.000 Masker di Jalan - ibukotakini.com

Direktur PIKKC ITB, Suhono Harso Supangkat, menjelaskan bahwa fokus utama pendampingan ITB adalah membantu pengelolaan data kota sebagai sumber daya utama pembangunan.

Di mana akurasi data sangat krusial dalam merumuskan kebijakan di bidang ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Salah satu contoh kasus nyata adalah fenomena meningkatnya angka pengangguran yang tidak berbanding lurus dengan angka kemiskinan akibat perubahan karakteristik pekerjaan masyarakat.

“Persoalan data sebagai sumber daya di Balikpapan, sehingga kebijakan dan keputusan itu tepat, baik masalah ekonomi, sosial maupun lingkungan. Persoalan-persoalan seperti itu lumayan banyak di negara kita, termasuk di Balikpapan,” kata Suhono.

Selain sektor ketenagakerjaan, ITB siap mendukung pengembangan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sektor industry, peningkatan kualitas hidup dan layanan public, serta perencanaan dan pembangunan tata ruang kota secara terpadu.

BACA JUGA:

Kaltim Darurat Karhutla! 8.713 Hektar Lahan Hangus - ibukotakini.com

Prof. Suhono menegaskan bahwa teknologi AI dan sensor digital bukan hanya tren atau simbol modernisasi semata, melainkan instrumen pendukung untuk mengambil keputusan secara cepat (real-time).

“Teknologi bukan tujuan, tapi teknologi adalah sebagai akselerator di dalam membangun Kota Balikpapan. Kota Balikpapan itu mempunyai infrastruktur teknologi yang tepat. Bukan teknologi hanya sebagai aksesori, tetapi teknologi membantu mempercepat sehingga itu bermanfaat bagi Balikpapan,” tegasnya.

Melalui kolaborasi ini, ITB berencana mengembangkan sistem analitik AI dan infrastruktur sensor yang dapat memberikan data akurat serta membantu Pemkot Balikpapan mengantisipasi berbagai persoalan perkotaan lebih dini. (Adv-Diskominfo Balikpapan)