
Perdagangan Sahamnya Disetop Otoritas Bursa, SEMA Beri Penjelasan
- Harga Saham Meroket 156 Persen dalam Sebulan
Tekno
IBUKOTAKINI.COM – Perdagangan saham PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) disetop sementara oleh otoritas bursa sejak 18 September 2026. Penghentian perdagangan tersebut terjadi setelah saham SEMA mengalami lonjakan signifikan dalam sebulan terakhir.
Harga saham SEMA tercatat naik 156 persen, dari Rp103 per saham menjadi Rp264 per saham.
Menanggapi penghentian sementara perdagangan tersebut, Corporate Secretary PT Semacom Integrated Tbk Dian Tresnawati menyatakan tidak ada kontrak atau sumber pendapatan baru yang signifikan maupun transaksi material yang belum diungkapkan kepada Bursa dan publik.
“Perseroan menyatakan bahwa tidak terdapat perolehan kontrak atau sumber pendapatan baru yang signifikan maupun transaksi lainnya yang bersifat material yang belum diungkapkan kepada Bursa dan publik sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Dian dalam keterbukaan informasi, Rabu (23/9/2026).
BACA JUGA:
Pendapatan Anjlok 74%, NexAI Kini Kejar Bisnis Data Center 102 MW - ibukotakini.com
Menurut dia, kontrak dan kegiatan usaha yang sedang berjalan merupakan bagian dari kegiatan usaha perseroan yang sebelumnya telah disampaikan melalui keterbukaan informasi dan laporan perusahaan.
SEMA Fokus Garap Data Center
Dian menjelaskan, saat ini SEMA menjalankan kegiatan usaha yang berfokus pada solusi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.
Bisnis tersebut mencakup Power Distribution, Electrical Panel/Switchgear, Renewable Energy, Data Center, serta berbagai solusi energi terkait.
Perseroan terus menjalankan kegiatan produksi, engineering, testing, instalasi dan layanan terkait sesuai dengan kebutuhan proyek dan pelanggan.
BACA JUGA:
Ada 'Ledakan' Data Center di Indonesia, PGE Siapkan Panas Bumi Pasok Listrik AI - ibukotakini.com
Sektor data center juga masih menjadi salah satu fokus SEMA.
Dalam Public Expose 2026, perseroan menyampaikan Data Center tetap menjadi perhatian utama. SEMA juga mengembangkan pendekatan ke sektor industri potensial untuk produk type-tested panel serta memperkuat hubungan dengan end user dan EPC/kontraktor.
Selain itu, perseroan memperkuat bisnis Power Distribution dan pendekatan kepada PLN beserta anak usahanya untuk membuka peluang penyediaan panel distribusi.
“Perseroan juga tetap mengembangkan solusi energi baru terbarukan, termasuk solusi PLTS dan produk/layanan terkait energi,” ujar Dian, Rabu (23/9/2026).
Sembilan Strategi SEMA pada 2026
Untuk 2026, SEMA menyiapkan sembilan strategi bisnis.
Pertama, memperkuat bisnis Power Distribution, khususnya produk panel dan switchgear. Kedua, mengembangkan bisnis Data Center.
Ketiga, memperluas peluang pada sektor industri yang membutuhkan produk type-tested panel. Keempat, memperkuat hubungan dengan end user, EPC dan kontraktor.
Kelima, memperkuat hubungan bisnis dengan PLN dan anak usaha PLN. Keenam, melanjutkan pengembangan Renewable Energy Solution.
BACA JUGA:
Perusahaan Iklan Ini Kepincut Bisnis Ekosistem AI - ibukotakini.com
Selanjutnya, SEMA akan meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk, memperkuat kerja sama dengan principal dan mitra strategis, serta menjaga kualitas, ketepatan waktu dan kepuasan pelanggan.
Perseroan menyebut strategi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat bisnis eksisting sekaligus mengembangkan peluang usaha baru yang masih berada dalam bidang ketenagalistrikan, energi dan infrastruktur pendukungnya.
Persaingan Panel Listrik Makin Ketat
SEMA mengakui persaingan usaha di industri kelistrikan cukup dinamis. Persaingan tidak hanya datang dari produsen panel listrik dan switchgear lokal, tetapi juga dari perusahaan luar negeri, terutama China.
Kondisi tersebut terjadi seiring semakin terbukanya pasar dan investasi China di berbagai sektor industri.
BACA JUGA:
Permintaan Lahan Data Center Melesat, DMAS Kantongi Pra Penjualan Rp1,15 Triliun - ibukotakini.com
Persaingan mencakup aspek harga, kualitas produk, kemampuan engineering, sertifikasi atau type test, kemampuan produksi, ketepatan waktu pengerjaan, layanan purna jual serta hubungan dengan end user dan EPC/kontraktor.
Hingga surat tanggapan tersebut disampaikan, SEMA menyatakan belum dapat menyimpulkan adanya perubahan pangsa pasar yang signifikan secara kuantitatif.
Perseroan menyebut belum terdapat data industri independen yang dapat dijadikan dasar pengukuran.
Di tengah kondisi tersebut, SEMA akan terus meningkatkan daya saing melalui penguatan kualitas produk, kemampuan engineering, hubungan dengan pelanggan dan principal, serta pengembangan produk dan solusi energi.***
