
Perempuan Balikpapan Siap Rebut Peluang Kerja IKN
- Perempuan Balikpapan diingatkan agar tidak tertinggal dalam persaingan tenaga kerja
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Perkembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menggerakkan ekonomi di kota penyangga, termasuk Balikpapan. Sektor jasa tumbuh, peluang kerja terbuka, dan kebutuhan tenaga kerja meningkat signifikan.
Namun di tengah geliat tersebut, perempuan diminta bersiap agar tidak tertinggal dalam kompetisi pasar kerja.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan dari Partai NasDem, Vera Yulianti, menilai peningkatan kapasitas tenaga kerja perempuan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Menurut dia, peluang ekonomi di sekitar IKN harus dapat diakses masyarakat lokal.
“Jangan sampai peluang besar ini justru diisi tenaga kerja dari luar. Warga lokal, termasuk perempuan, harus dipersiapkan dari sekarang,” ungkapnya pada Rabu (22/4/2026).
BACA JUGA:
Ia menjelaskan, sektor yang berkembang seperti perdagangan, administrasi, layanan jasa hingga ekonomi digital membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan yang relevan. Karena itu, program pelatihan kerja dinilai perlu lebih tepat sasaran.
"Peran Balai Latihan Kerja (BLK) yang harus lebih adaptif terhadap kebutuhan perempuan. Mulai dari fleksibilitas jadwal hingga penyediaan fasilitas pendukung, agar perempuan yang juga memiliki tanggung jawab domestik tetap bisa mengikuti pelatihan," ucap Vera.
Selain itu, materi pelatihan juga harus mengikuti perkembangan dunia kerja, seperti pemasaran digital, administrasi modern, pelayanan pelanggan, hingga kewirausahaan.
“Pelatihan jangan berhenti di sertifikat. Harus ada jalan supaya peserta bisa masuk kerja atau membuka usaha,” tegasnya.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/hidupkan-semangat-kartini-bri-perkuat-peran-perempuan-berdaya
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja di Kalimantan Timur pada November 2025 mencapai 2.079.441 orang, dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,20 persen.
Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 18,38 persen. Angka ini, menurut Vera, menunjukkan peluang kerja masih tersedia, namun kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penentu.
Selain penyerapan tenaga kerja, ia juga menyebut pentingnya penguatan perempuan di sektor usaha kecil.
"Banyak perempuan di Balikpapan menjalankan usaha rumahan, namun masih menghadapi kendala permodalan dan pendampingan," ujarnya.
Ia mendorong pemerintah menghadirkan akses pembiayaan yang lebih inklusif, termasuk skema kredit tanpa agunan bagi pelaku usaha. Digitalisasi UMKM dan pendampingan usaha juga dinilai perlu diperluas.
“Kalau perempuan punya akses modal dan keterampilan, dampaknya besar bagi ekonomi keluarga,” katanya. ***
