
Permintaan Masker di Balikpapan Melonjak, Pedagang Pertahankan Harga
- Pasar Masker Balikpapan Laris Manis, Pedagang Komitmen Tak Naikkan Harga
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Peningkatan laju pencemaran udara yang melanda Kota Balikpapan dalam sebulan terakhir tidak hanya mengancam sektor kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada dinamika pasar retail alat perlindungan diri (APD).
Lonjakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang sempat menembus angka 171 kategori Tidak Sehat memicu pergeseran pola konsumsi warga yang kini memprioritaskan pembelian masker untuk meminimalkan risiko paparan kabut asap.
Fenomena ini memicu lonjakan transaksi di sejumlah pusat perdagangan eceran, salah satunya di kawasan Pasar Baru, Balikpapan.
Peningkatan volume pembeli terjadi secara signifikan, terutama dari kalangan pekerja luar ruangan (outdoor) serta para orang tua yang mengkhawatirkan dampak kesehatan pada anak-anak.
Putro, seorang pedagang masker di Pasar Baru, mengungkapkan bahwa peningkatan permintaan pernapasan ini terjadi secara konstan sejak satu bulan terakhir.
Tingginya antusiasme pembeli bahkan membuatnya harus ikut turun tangan mendampingi istrinya yang biasa berjualan sendirian.
BACA JUGA:
Hari Pertama PJJ Balikpapan Dipantau Ketat Disdikbud - ibukotakini.com
"Penjualan belakangan ini sedang naik-naiknya. Tingkat pembeli hampir mendekati lonjakan saat masa pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu. Produk yang paling tinggi permintaannya adalah masker ukuran anak-anak," terang Putro saat ditemui di lapak dagangannya pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap risiko penyakit saluran pernapasan seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) menjadi pendorong utama melambungnya permintaan.
Meski berada di tengah tingginya permintaan pasar (high demand), para pedagang eceran di Pasar Baru berkomitmen untuk tidak memanfaatkan situasi darurat ini dengan menaikkan harga secara sepihak (price gouging).
Stok masker yang ditawarkan tetap mengikuti acuan harga standar pasar, yakni berada pada kisaran Rp6.000 hingga Rp20.000 per pak/kotak, tergantung pada jenis, ketebalan, dan merek produk.
"Kami tetap jual sesuai harga standar yang ada. Harga bervariasi tergantung jenisnya, tetapi tidak ada kenaikan sepihak," tegas Putro.
BACA JUGA:
Kualitas Udara Tidak Sehat, PKK Balikpapan Bagi 5.000 Masker di Jalan - ibukotakini.com
Langkah para pedagang untuk mempertahankan marjin keuntungan normal ini mendapat apresiasi dari pembeli.
Di tengah kondisi kualitas udara yang belum stabil, ketersediaan barang dengan harga yang terjangkau menjadi faktor krusial dalam mendukung perlindungan mandiri bagi seluruh lapisan masyarakat di Kota Minyak.
Pekerja informal di luar ruangan, seperti pedagang kaki lima dan penyedia jasa transportasi, menjadi kelompok konsumen teratas yang menjadikan masker sebagai kebutuhan pokok harian
Vivi, seorang pedagang di kawasan Gunung Sari yang beraktivitas penuh di luar ruangan, mengamini hal tersebut. Ia mengaku terpaksa menambah alokasi pengeluaran harian demi membeli masker secara berkala agar dapat terus bekerja dengan aman.
"Asapnya bikin dada sesak dan batuk kalau tidak pakai masker. Dalam sebulan ini sudah dua kali beli stok tambahan," ujar Vivi. ***
